oleh

Poluan Ganti Malonda Jabat Ketua Bawaslu Sulut

Manado- Pucuk pimpinan lembaga penyelenggara pemilu yakni Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bergeser. Hal ini seiring dengan dilantiknya Herwyn Malonda (Sebelumnya Ketua Bawaslu Sulut) jadi Komisioner Bawaslu Pusat oleh Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara, Selasa (12/4) kemarin.
Alhasil, posisi Ketua Bawaslu Sulut kosong dan harus diisi pasca ditinggal Malonda. Berdasarkan aturan yang berlaku, maka harus ada dari salah satu ke empat pimpinan Bawaslu Sulut yang harus naik menggantikan posisi Ketua untuk melanjutkan estafet tugas-tugas penyelenggaraan ke depan nanti. Apalagi dalam waktu dekat akan memasuki tahapan pemilu dan pilkada serentak. Berdasarkan hasil pleno internal personil Bawaslu Propinsi yang digelar Senin (11/04) di kantor Bawaslu RI, atau sehari sebelum pelantikan, Kenly Poluan terpilih sebagai Ketua mengantikan Herwyn Malonda. Kenly Poluan merupakan kader GMKI yang mengawali kiprahnya dari BPC Tondano, kemudian Ketua Bidang Organisasi PP GMKI dan Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI).

Kepala Sekretariat Bawaslu Sulut Aldrin Arthur Christian ketika dikonfirmasi membenarkan pleno tersebut.

“Kelima Komisioner Bawaslu Sulut masing-masing yakni Herwyn Malonda, Kenly Poluan, Awaludin Umbola, Mustarin Humagi dan Supriyadi Pangellu, telah menggelar pleno terkait pengisian jabatan Ketua sehari sebelum pelantikan. Sesuai regulasi karena masa jabatan Bawaslu Sulut ini nanti akan berakhir pada September 2022 mendatang sehingga perlu ada pergantian posisi Ketua Bawaslu dan dari hasil rapat pleno terpilih bapak Kenly Poluan sebagai Ketua Bawaslu Sulut. Sementara divisi yang ditinggalkan Ketua Herwyn disamping sebagai Ketua, diberikan kepercayaan kepada pimpinan pak Awaludin Umbola sebagai pelaksana tugas,”kata Aldrin.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sulut Kenly Poluan saat dikonfirmasi sejumlah wartawan melalui whatsapp mengatakan, jabatan itu Ketua itu hanya simbol saja, karena Bawaslu merupakan satu organisasi kelembagaan maka harus ada jabatan Ketua. “Namun, untuk setiap keputusan itu harus melalui mekanisme kolektif kolegian.Banyak selamat untuk Ketua Herwyn Malonda yang hari ini dilantik oleh Presiden. Semoga amanah dalam jabatan barunya. Tongkat estafet ini akan kita emban sebagaimana mestinya sesuai aturan yang berlaku,”terang Poluan.(bly)

Komentar