oleh

Pertama di Indonesia Timur dan Tengah, Unima Bangun PLTS

-Info, Minahasa-21 Dilihat

Tondano, KOMENTAR. Universitas Negeri Manado (Unima) di Tondano terus bergerak melakukan inovasi. Yang terkini, membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) beratap 0.4 MWp. Pembangunan PLTS ini ditandai dengan acara groundbreaking Jumat (10/06) di lahan Kampus Unima, Kelurahan Tataaran 1 Kecamatan Tondano Selatan, Minahasa.

PLTS ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Unima dan dua BUMN yakni PT Wijaya Karya Tbk (Wika), PT Surya Utama Nuansa (SUN Energy) dan mendapat dukungan penuh Dirjen Risetdikti serta Kemendikbudristek RI.

“Unima mendapat dukungan penuh Dirjen Risetdikti serta Kemendikbudristek RI. Unima satu-satunya universitas di Indonesia timur dan tengah yang terpilih membangun PLTS. Dengan Grounbreking ini, maka proyek PLTS sudah bisa dimulai dan pembangunannya harus selesai di bulan November 2022,” ungkap Rektor Unima Prof Dr Deitje Katuuk MPd melalui Tim PLTS Unima, Dr Ir Shirly S Lumeno, ST, MT, pada media ini, Rabu (08/06).

PLTS ini nantinya akan dibangun di atas lahan kurang lebih 1 hektare di areal kampus Unima Kelurahan Tataaaran 1. “Untuk lahan tidak masalah kita sediakan satu hektare lebih di kampus Unima dan semua biaya dari dua BUMN itu, ” ujar Shirly.
Ia mengatakan, PLTS ini dibangun sebagai upaya Unima mendukung kebutuhan listrik, pengurangan emisi karbon dan mendukung program pemerintah dalam hal transisi energi terbarukan.

Apalagi kata Shirly, PLTS Unima merupakan pembangkit listrik yang ramah lingkungan, green teknologi, green material dan pusat PLTS tersebut juga memungkinkan untuk dijadikan objek wisata tambahan di Kabupaten Minahasa.

“Diharapkan PLTS Unima ini bisa membantu target suplai listrik kepada masyarakat Sulut. Dengan adanya PLTS ini sangat berdampak positif bagi masyarakat. Apalagi PLTS green teknologi, green material dan bisa jadi sebagai objek wisata, ” ujarnya.

Diketahui, groundbreaking direncanakan dihadiri Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, Rektor Unima Prof Dr Deirje Katuuk MPd, perwakilan PT Wika dan Sun Energi serta perwakilan PT PLN, Drijen Risekdikti.(bly)

Komentar