oleh

Mafia Tanah Sasayaban Dilaporkan ke Kajari Minsel

Amurang, KOMENTAR – Dugaan masuknya praktek mafia tanah di tanah milik negara di Sasayaban Kelurahan Buyungon Kecamatan Amurang Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) kini memasuki babak baru. Oleh warga telah melaporkan di Kejaksaan negeri (Kejari) Minsel.
“Kami telah mendatangi kantor Kejari Minsel dan membuat laporan atas dugaan mafia tanah. Pada laporan telah disertakan bukti-bukti bahwa tanah tersebut yang kami garap kemudian telah dikeluarkan sertifikat hak milik oleh BPN (Badan Pertanahan Negara, red) Minsel kepada pihak lain adalah lahan milik negara,” tukas Sonny Sumual yang menjadi perwakilan warga penggarap, Kamis (16/06).
Lanjut dikatakannya oknum yang kini mengantongi sertifikat, tidak pernah menggarap tanah tersebut. Namun anehnya oleh pihak BPN tetap diterbitkan sertifikat. Dasarnya berupa jual beli tanah pasini. Sedangkan dari sejumlah saksi, termasuk camat telah dengan tegas.
“Pak Camat sudah pernah menyatakan berulangkali menolak pembuatan AJB (Akte Jual Beli, red) karena memang tanah negara, bukannya pasini. Jadi jelas akte yang terbit adalah bodong tanpa dasar dan dikerjakan dengan cara mafia,” tukas Sumual.
Dia juga menuturkan ada petugas BPN yang telah turun ke lokasi dan membuktikan tanah tersebut milik negara dan telah ada penggarap. Makanya dia tidak bersedia meneruskan penerbitan sertifikat. Tapi anehnya sekarang, sertifikat diterbitkan.
“Pengajuan sertifikat sudah lama dan berulangkali. Namun mendapat penolakan dari BPN, karena memang diajukan bukan warga penggarap dan tanah tersebut memang milik negara. Nah anehnya kenapa sekarang malah diterbitkan dengan dasar jual beli tanah pasini,” jelasnya.
Pada bagian lain, Kasie Intel Kejari Minsel Aldy SH ketika dikonfirmasi terkait laporan dugaan mafia tanah membenarkan telah menerima. “Kami menerima dan menunggu dilengkapi lagi laporannya. Selanjutnya akan diperiksa untuk menentukan tindak lanjut,” paparnya.(vtr).

Komentar