oleh

Abrasi Pantai Jadi Ancaman Serius

Amurang, KOMENTAR – Pasca bencana alam di pesisir pantai Amurang yang menenggelamkan jembatan Ranowangko dan sebagaian Jalan Boelevard juga rumah penduduk, ancaman lain menanti. Kini warga yang masih bertahan terancam dengan abrasi.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, pasca bencana, masih ada rumah dan bangunan lainnya rusak dan tenggelam. Disinyalir korban susulan terjadi dikarenakan abrasi yang mengikis pinggiran pantai tanpa perlindungan. Dikhawatirkan bila tidak segera ditangani lokasi bencana akan kian meluas.
“Jangan sampai terlambat upaya penanganan pasca bencana. Sebab bisa saja bencana kian meluas dikarenakan abrasi. Sekarang saja bila dilihat hari pertama dengan saat ini sudah ada penambahan. Jadi harus segera diupayakan bagaimana mencegah agar tidak terjadi perluasan area bencana,” sebut Hens Ruus selaku pemerhati Minsel.
Dia juga mengingatkan kurang lebih empat bulan lagi atau tepatnya bulan Oktober, wilayah Minsel akan terkena musim angin barat. Angin barat biasanya disertai hujan lebat dan angin kencang yang dapat membangkitkan ombak besar. Bila terjadi, akan menjadi ancaman serius dan memperparah lokasi bencana.
“Upaya rehabilitasi atau lainnya harus mempertimbangkan faktor alam. Bisa saja empat bulan nanti, saat musim angin barat yang biasanya disertai cuaca buruk. Nah apabila belum selesai, datang angin barat, proyek bakal hancur,” paparnya.
Lanjut dia juga memintakan agar secepatnya diketahui penyebab terjadinya bencana pekan lalu. “Ini penting agar penanganan pasca bencana dapat tepat. Jangan sampai sama seperti umur jembatan yang hanya berumur lima tahun,” pungkasnya.(vtr)

Komentar