oleh

Kejari Sangihe Sita Aset Terdakwa Kasus Dandes

Sangihe, KOMENTAR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Sangihe melakukan penyitaan aset milik terdakwa kasus korupsi Dana Desa (Dandes) di Kampung Mahangetang, atas nama Herdyanto Lahope, pekan lalu. Adapun aset yang disita berupa sebidang tanah dan bangunan dengan SHM Nomor M.78/Mahengetang/2017 yang memiliki luas 973 meter persegi. Kepala Kejari Kepulauan Sangihe Eri Yudianto menyebut, bahwa penyitaan aset berdasarkan putusan PT Negeri Manado Nomor 4/Pid.Sus-TPK/2021/PT. Mnd tertanggal 1 Juli 2021. “Di mana salah satu amar putusan menyebutkan bahwa pihak terdakwa harus membayar uang pengganti sebesar Rp 452.835.565,” sebutnya. Konsekuensi hukum dari uang pengganti kata dia, apabila terdakwa tidak membayar dalam jangka waktu sebulan, maka harta benda milik terdakwa disita oleh  penuntut umum dan dilelang untuk menutupi uang pengganti. Kemudian ia menjelaskan, bahwa kasus korupsi dandes yang dilakukan mantan Kapitalaung Mahangetang Kecamatan Tatoareng tersebut telah merugikan negara hingga ratusan juta rupiah. “Dengan proses penyitaan aset ini, sebagai upaya untuk mengembalikan uang negara yang telah dikorupsi terdakwa,” sebutnya. “Nantinya aset yang telah disita akan dilelang, dengan hasil lelang akan diserahkan ke kas negara,” imbuhnya. Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Sangihe Eri Yudianto, Sekretaris Kecamatan Tatoareng dan Penjabat (Pj) Kapitalaung Mahengetang Horni Sadero serta pihak keluarga dari terdakwa turut menyaksikan proses penyitaan aset tersebut.(bon)

Komentar