oleh

Kinerja Polresta Manado Dipertanyakan, 39 Mesin Judi Beroprasi di Kota Religi

Manado, KOMENTAR – Kinerja Polresta Manado kali ini dipertanyakan. Pasalnya, Judi amusement diduga kian menjamur di Kota Religi semenjak Kapolresta Manado dijabat Kombes Pol Julianto Sirait.

Informasi yang dihimpun terbaru ini, ada tempat judi amusement yang kembali beroperasi di Kecamatan Wenang tepatnya di belakang Gelael Sudirman, Manado yang kembali beroperasi. Diketahui Judi amusement ini disebut-sebut milik Ko JT alias Jimmy, lelaki asal Cina – Medan namun sudah cukup lama tinggal di Kota Manado.

Menurut keterangan dari saksi berinisial W, saat di hubungi awak media mengatakan “Judi amusement yang berkedok ketangkasan itu pemiliknya Ko Jimmy asal Cina Medan, yang so lama tinggal di Manado, Diketahui sudah beroperasi kembali,” katanya via telepon, Sabtu (02/07).

Saksi juga mengungkapkan, kalau lokasi amusement tersebut bukanlah lokasi baru, melainkan lokasi lama yang sudah beberapa kali berganti pemiliknya (owner).
Kata dia, sebelumnya Max pernah disitu kemudian berganti lagi. “Dan sekarang Ko Jim yang pegang,” kata dia.

Dia menginformasikan, amusement yang baru beroperasi kemarin, memiliki 39 unit mesin. “39 unit, semuanya Mickey Mouse atau judi tebak kartu. Kamu masuk beli koin, kalau menang tukar hadiah. Hadiah itu kamuflase pengganti uang judi,” bebernya.

Sebelumnya diberitakan, sarang judi amusement juga diduga beroperasi di daerah Kanaka, Kawasan Ruko MCC serta di Ruko Bussines Ringroad Manado, Pihak Polresta Manado belum memberi tanggapan terkait maraknya amusement di Manado. Namun Kasat Reskrim Kompol Taufik Arifin ketika dihubungi media mengatakan akan mengecek kebenaran informasi tersebut. “Nanti dicek,” tulis Arifin membalas WhatsApp wartawan, Sabtu (02/07) sore.

Sementara itu Charles Ingkiriwang, selaku panglima Milisi Waraney kota Manado, meminta Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto Sirait untuk memberantas penyakit masyarakat ini. “Jangan biarkan kota kita ternodai dengan judi-judi seperti ini yang jelas dilarang oleh agama manapun,” harapnya.

Kata dia, perlu pengawasan agar warga Manado terlebih para generasi muda tidak ikut-ikutan main judi berkedok ketangkasan. Dan jika aparat terkait lambat menindak lanjuti hal tersebut. kami segera turun untuk menyikapi masalah judi tersebut…karna kami tau masalah ini sudah berulang ulang kali terjadi,” tutupnya.(pra)

 

Komentar