oleh

Mendikbudristek Diminta Seriusi Permasalahan di Unsrat Manado

Manado, KOMENTAR – Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Riset Teknologi (Mendikbudristek) dinilai tidak memiliki sense of crise atas berbagai permasalahan serius yang terjadi di Unsrat (Universitas Sam Ratulangi) Manado, Sulawesi Utara (Sulut) selama ini.

Bahkan Mendikbudristek terlihat tidak peka dan tutup mata seperti tidak terjadi apa-apa. Padahal, banyak sekali permasalahan yang bermunculan.
Misalnya, adanya dugaan laporan maladministrasi dan penyalahgunaan kewenangan dalam pemilihan dekan di beberapa fakultas, dugaan kasus pungli yang diekspos saat acara wisuda hingga viral. Kemudian demo mempertanyakan status tersangka rektor dalam perkara pengadaan alat laboratorium Fakultas MIPA di Polda serta laporan dugaan suap saat pemilihan rektor 25 April 2022 lalu yang hingga saat ini belum ada tindaklanjut.

Bahkan, soal pilrek saja sudah lima bulan sejak digelar belum menghasilkan rektor terpilih.
Menurut Koordinator SCW (Sulut Corruption Watch) Deswerd Zougira, saat dimintai tanggapan, Senin (22/08) mengatakan sikap Mendikbudristek yang kurang peka atas berbagai permasalahan itu patut dicurigai. Apalagi menteri malah memperpanjang masa jabatan rektor yang seharusnya berakhir Juli lalu.
“Publik bertanya-tanya kok bisa menteri memperpanjang masa jabatan rektor di tengah berbagai masalah itu. Dimana sense of crise dia sebagai seorang menteri. Pasti ada yang tidak beres,” papar Deswerd.

Menurut Deswerd, mulai sekarang pak menteri mestinya segera mengambil langkah tegas menyelesaikan semua permasalahan. Unsrat harus segera dibenahi, mengembalikan Unsrat sebagai lembaga pendidikan yang bersih, tidak boleh terus dibiarkan seperti saat ini.
Masih menurut aktivis antikorupsi ini, sikap menteri yang tidak lazim itu juga boleh jadi dipengaruhi oleh kondisi internal Unsrat dimana civitas akademika sudah pada diam.

Sementara terkait permasalahan di internal Unsrat, Rektor Unsrat melalui Kabag Humas dan Hukum Daniel Pangemanan dan juru bicara Max Rembang saat dihubungi via WhatsApp, Senin (22/08) siang kemarin sampai pukul 20.00 Wita belum bisa memberikan tanggapan ketika dikonfirmasi.(ist/mly)

Komentar