oleh

Jual Gas Elpiji Tanpa Izin 2 Warga Ditangkap Polisi 

Tondano, KOMENTAR
Unit Kecil Lengkap (UKL) B Polres Minahasa, menangkap RK (54) dan JR (18). Keduanya diduga menyalahgunakan gas elpiji 3 kilogram (Kg) bersubsidi yang dijual tanpa izin dan tidak sesuai dengan harga standar yang ditetapkan pemerintah di Kampung Jawa, Kecamatan Tondano Utara, Jumat (26/08).

Kapolres Minahasa, AKBP Tommy Bambang Souissa SIK melalui Kepala Seksi Humas IPTU Johan Rantung menjelaskan, pada saat diamankan RK membawa gas elpiji 3 Kg sebanyak 100 tabung meliputi 50 tabung kosong dan 50 tabung berisi.

Ia melanjutkan, untuk tabung berisi sebanyak 41 tabung yang sudah terjual. Sisanya tinggal sembilan tabung. Tabung-tabung tersebut dibeli RK dari pangkalan-pangkalan di Bitung dan dijual kepada warga termasuk warung-warung di Kelurahan Kampung Jawa.

Dia menjelaskan, gas elpiji 3 Kg dibeli Rp 18.000 hingga Rp 19.000 dan dijual kembali dengan harga Rp 20.000 sampai Rp 22.000.

Menurut RK, kata Rantung, ia menjual gas elpiji tersebut sudah sekitar satu tahun. Dia juga mengakui tidak memiliki izin terkait penjualan gas elpiji tersebut.

Sedangkan, JR adalah kernek yang diketahui membantu RK untuk menjual gas elpiji di Bitung dan wilayah Kampung Jawa.

Kepala seksi humas menjelaskan, tersangka akan dijerat dengan pasal 40 angka 9 UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, serta Pasal 8 Ayat 1 huruf b dan c tentang Perlindungan Konsumen.
“Dengan ancaman hukuman penjara lima tahun dan denda Rp 2 Miliar,” ia menambahkan.(bly)

Komentar