oleh

Punya Peluang Sama, Lima Calon Sekdaprov Sulut Ikut Tes Wawancara

Suasana tahapan seleksi calon sekprov.

Manado, Komentar

Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulawesi Utara (Sulut) mengikuti tes wawancara sebagai tahapan akhir seleksi, di Hotel Swissbel Maleosan, Selasa (06/09).

Seleksi diikuti lima kandidat yang merupakan birokrat unggul di lingkup Pemprov Sulut, yakni Charles Kepel, Franky Manumpil, Ferry Sangian, Debie Kalalo dan Izak Rey. Tahapan seleksi wawancara dimulai pukul 08.00 Wita hingga pukul 13.00 Wita, dan berlangsung dengan baik.
Seluruh calon mengikuti wawancara dan menjawab semua pertanyaan yang disampaikan Pansel.

Ketua Pansel Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, menyampaikan kelima calon memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. “Kelima calon layak menjabat Sekdaprov. Semuanya bagus dan punya peluang,” ungkapnya usai melakukan pleno seleksi.

Dengan komposisi tim yang solid, Fatoni menyebut dalam proses seleksi tidak hanya melihat ide dan gagasan. Tetapi juga kedalaman wawasan. “Apakah jawaban itu disampaikan atas dasar mengarang atau didasari pemahaman yang mendalam. Dan ternyata lima kandidat ini menyampaikan argumen dengan baik dan mendalam,” tegasnya.

Dari hasil seleksi yang diakhiri dengan pleno, selanjutnya akan disampaikan tiga nama yang secara keseluruhan unggul di semua seleksi. “Nama-nama tersebut akan disodorkan kepada Pak Gubernur selaku pembina kepegawaian. Untuk kemudian diteruskan ke Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Dalam Negeri untuk ditetapkan satu nama,” kata Fatoni.

Di tingkat pusat, calon yang namanya sudah dikirimkan tidak sepenuhnya mengandalkan nilai sebagai parameter, tetapi juga sebagai eselon I akan dilihat, dari track record-nya. Dari sisi pribadi dan keluarga.

Kualitas birokrat Sulut yang mengikuti seleksi mendapat apresiasi dari anggota Pansel yang terdiri dari tiga universitas ternama di Sulut.
Anggota pansel adalah Rektor Unsrat, Ellen Joan Kuamaat, mengatakan bahwa tema yang ditulis dalam makalah dan selanjutnya dipresentasikan memiliki tema yang original serta inovatif.
“Kami sebagai dosen yang juga kerap menguji skripsi dan tesis, melihat bahwa kelima calon memiliki parameter pengalaman yang mumpuni,” tukasnya.

Rektor Unima Deitje Katuuk juga menyampaikan, kelima kandidat sangat potensial untuk menempati jabatan sekda. “Mereka rata-rata sudah memiliki konsep bagaimana nantinya ketika menjadi Sekdaprov untuk menjalankan visi dan misi gubernur. Mereka juga sudah paham bagaimana berkolaborasi dengan instansi dan lembaga lainnya,” kata Katuuk.

Rektor Universitas Kristen De’la Salle, Johanis Ohoitimur menyatakan seleksi Sekdaprov Sulut berlangsung sangat obyektif. “Dalam proses seleksi tidak ada titip-titipan. Proses berjalan dengan mengedepankan integritas. Bahkan format Demokrasi yang sungguh-sungguh ini menjadi cermin di Indonesia,” tandasnya.

Menariknya,mulai dari tahapan administratif, asesmen yang di dalamnya menyangkut potensi diri, pembuatan makalah dan wawancara telah dirampungkan melalui pleno.
Seluruh Pansel yang terlibat tidak dapat diintervensi oleh siapa pun. Karena hal itu ada dalam pengawasan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).Hadir secara virtual dan ikut wawancara, Wakil Ketua Irjen Kementerian Pertanian, Jan Maringka.(ist/mly)

Komentar