oleh

SMPN 10 Manado Diduga Selewengkan Dana BOS

Manado, KOMENTAR – Kebijakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) terbukti kurang mampu menekan penyelewengan anggaran sekolah. Penyimpangan dana BOS ditingkat sekolah justru semakin marak salah satu penyebabnya adalah rendahnya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana BOS. Buktinya, yang terjadi di SMP Negeri 10 Manado, dibawah pimpinan Kepala Sekolah, Mientje Watuseke yang diduga melakukan penyimpangan dana BOS dengan total anggaran sebesar Rp 1.162.000.000 Milliar sejak tahun ajaran 2020 dan 2021 dan 2022.

Menurut Komunitas Pengawas Korupsi, Kepala sekolah sebagai pejabat di lingkungan sekolah yang diberikan kewenangan mengelola anggaran sekolah, dalam menggunakan anggaran sering kali mengabaikan tanggung jawabnya terhadap kemajuan dunia pendidikan.

Dugaan praktik korupsi yang terstruktur dan sistematis Kepsek dan Bendahara dana BOS SMPN 10 Manado selain manipulasi laporan dana BOS juga terdapat kejanggalan pada pos anggaran tertentu pada sejumlah kegiatan.

Misalnya, indikasi penyimpangan dana BOS TA 2020 untuk pengadaan kursi sebesar Rp 60 juta, hanya terdapat 1 kelas, sama yang terjadi tahun 2022. Mirisnya, di tahun  2021 malah anggaran pengadaan kursi ditiadakan atau nihil, tapi anggaran sudah tertata.

Sama hal yang terjadi pada pos-pos lain. Misalnya Materai dan Map untuk para siswa baru yang mencapai Rp 15 Juta. Dimana semua itu dibebankan kepada orang tua murid. Juga untuk pengadaan masker.  “Inilah semua yang terlihat janggal di tahun ajaran 2020, 2021 dan 2022 dimana kegiatan belajar mengajar di sekolah dilakukan secara daring mengingat darurat kesehatan dampak dari penyebaran virus covid-19 yang sangat masivve,” jelasnya.

Dirinya juga menambahkan, untuk pemantapan ujian trayout yang ada angaran, tapi tidak diserahkan. “Seharusnya penggunaan dana BOS lebih fokus skala prioritas pendidikan. Jika oknum tersebut berniat untuk memajukan dunia pendidikan khususnya di Kota Manado. Dana tersebut dapat digunakan membeli pulsa internet untuk membantu Guru dan Siswa belajar daring agar mutu pendidikan tetap terjaga.” tegasnya.

Atas dasar kepedulian terhadap kelangsungan pendidikan di Kota Manado dan penyelamatan anggaran negara dibidang pendidikan, maka pihaknya akan meminta kepada Tim BOS Dinas Pendidikan Manado untuk memanggil dan mengevaluasi ulang penggunaan dan laporan dana BOS SMPN 10 Manado.

Sementara itu, Kepsek SMP N 10 Manado yakni Mintje Watuseke kepada media saat dikonfirmasi tadi membantah semua item pos-pos dugaan penyimpangan dana bos di SMP N 10 Manado tersebut.

“Tahun 2021 tidak ada pengadaan kursi dan meja di SMP 10. Yabg ada cuma tahun 2020 dan 2022,” ungkap dia seraya mengatakan tidak mungkin di RKAS anggaran tahub 2021 SMP N 10 Manado ada demikian.

“Tapi tunggu dulu kita mo tanya ulang pa operator dan bendahara,” ucap dia sambil mendesak wartawan sebutan sumber dari internal yang membocorkan data-data dugaan penyimpangan demikian.
Sementara itu, meja dan kursi yang sudah rusak total masih dikoleksi sekolah unggulan di Manado tersebut. Bahkan bisa membahayakan siswa tapi tidak dipedulikan pihak sekolah. Dan terupdate di Medsos dengan grup Kawal Pemerintahan AARS.(rom)

Komentar