oleh

Steve Kepel Raih Nilai Tertinggi, 3 Nama Calon Sekdaprov Sulut Diusulkan ke Presiden

Steve Kepel.

Manado, Komentar

Steve Hartke Andries Kepel ST MSi, salah satu peserta Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulawesi Utara (Sulut) dipastikan mengendarai DB 6 alias Sekdaprov Sulut.
Kepastian itu diperoleh dari capaian nilai tertinggi Steve Kepel dari 4 peserta seleksi lainnya pada setiap tahapan tes, sejak tes asesmen, tes penulisan makalah hingga tes wawancara.


Apalagi pada pengumuman tahapan terakhir akumulasi nilai yang dicapai kelima Peserta Seleksi, Steve Kepel meraih nilai tertinggi 88,46 disusul Fransiscus Engelbert Manumpil 85,92, dr Debie KR Kalalo 85,55, Izak Robert Paul Rey 83,84 dan Fery Roby Jones Sangian 82,99.
Berdasarkan rilis yang dikeluarkan Panitia Seleksi, hari Rabu (07/09) menyebutkan bahwa pelaksanaan tahapan seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah Provinsi Sulut selama kurang lebih 1 bulan bergulir, telah selesai dilaksanakan hari Selasa (06/09).

“Pansel sudah melaksanakan pleno hasil wawancara bahkan sudah menetapkan nilai keseluruhan berdasarkan hasil yang dicapai oleh peserta dlm setiap tahapan tes,” kata Ketua Pansel Dr Drs A Fatoni MSi.

“Menjadi tugas terakhir Pansel adalah menyampaikan dan melaporkan hasil seleksi JPT Madya Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) yang dalam hal ini adalah Bapak Gubernur,” sambungnya.

Sesuai ketentuan Pasal 126 ayat (2) dan (3) mengatur bahwa PPK nantinya akan mengusulkan 3 (tiga) nama calon JPT Madya kepada Presiden melalui Kementerian Dalam Negeri untuk selanjutnya Presiden akan menetapkan 1 orang pejabat terpilih.

“Sebagai Pansel kami telah mengemban amanah kami, dari awal dimulainya tahapan seleksi ini sampai selesainya.

Sudah selesai kami berikan penilaian para calon Sekretaris Daerah yang menurut hasil penilaian kami adalah yang terbaik, yang telah memenuhi syarat kualifikasi, kompetensi dan kematangan emosional. Namun perlu digarisbawahi, tak ada gading yang tak retak, tak ada manusia yang sempurna. Siapapun yang pada akhirnya yang dipilih dan ditetapkan oleh Presiden, percayalah dia akan mampu mengemban amanah yang ditaruhkan di pundaknya dan menjaga amanah itu dengan sebaik-baiknya,” tutup Fatoni.(ist/mly)

 

Komentar