oleh

Laga Sulut United Vs Persipura Diwarnai Lemparan Botol, Teror Petasan Hingga Nyaris Ricuh

Manado, KOMENTAR

Sulut United (SU) tidak mampu mengamankan poin penuh dilaga kandang perdana saat berhadapan dengan Persipura Jayapura, pada pekan kedua Liga 2 di Stadion Klabat Manado, Sabtu (10/09) sore.
Persipura sudah unggul 2 gol di babak pertama dan SU hanya mampu memperkecil ketertinggalan di menit 51 babak kedua lewat gol Exel Runtukahu.
Gol cepat Sansan Fauzi menit ke-12 dan Ramai Rumakiek menit ke 28 membawa tim Mutiara Hitam menang 2-1 atas Gorango Utara julukan Sulut United.

Kericuhan diusai laga.

Namun, laga dua tim sarat gengsi dinodai dengan sejumlah insiden kurang terpuji, mulai dari aksi lemparan botol penonton, adanya petasan, kembang api alias flare hingga nyaris ricuh.

Lempar botol bermula ketika wasit tidak meniup pliut pelanggaran atas tekel keras pemain Persipura kepada Exel Runtukahu yang saat itu melakukan solo run masuk ke areal kotak finalty Persipura. Sejumlah penonton di bagian Tribun Timur tiba tiba melempar botol aqua ke arah lapangan sebagai bentuk kekeewaan atas keputusan wasit Rohani. .

Situasi semakin tak kondusif karena pemain dan ofisial SU juga ikut memprotes tindakan sang pengadil lapangan. Bahkan, pelatih kiper Jendry Pitoy di kartu kuning karna protes berlebihan dan kelaur technical area.Atmofer pertandingan mulai memanas. sejumlah penonton dari sisi Tribun Utara menyalakan petesan dan kembang api. Personel polisi pun diturunkan untuk menenangkan suporter dan untuk saja aksi itu berhasil dipendam.

Jalannya pertandingan di babak kedua makin seru dengan aksi saling serang. Persipura pun berhasil menambah gol ke 3 yang diciptakan Sansan Fauzi di menit ke-83. Namun, goal heading Sansan ke gawang Geril Kapoh dianggap wasir offside.

Keputusan wasit itu dianggap kontroversi oleh pelatih Persipura Ricky Nelson dan oficial tim. Aksi coach Nelson itu tidak diterima oleh Jendry Pitorly. Keduanya pun nyaris adu jotos, saling berhadap hadapan di sisi pinggir lapangan. Atas kejadian ini, laga dua tim sempat terhenti beberapa menit. Untuk saja berhasil dilerai. Namun, aksi ini membuat Jendry Pitoy yang juga mantan pemain Persipura diganjar kartu merah.
Sebenarnya Sulut United sudah memberikan perlawanan sengit.

Beberapa kali peluang yang diperoleh gagal dimanfaatkan anak asuhan Jaya Hartono. Sementara di kubu Persipura, permainan tenang disajikan Ian Luis Kabes Dkk plus pengalaman bermain di Liga 1 Indonesia, membuat Persipura mampu mengatur ritme permainan meski terus digempur lawan dan hingga pliut babak kedua berakhir.

Sayangnya, akhir pertandingan sedikit tercoreng dan nyaris ricuh akibat ulah dari suporter tim tamu. Seusai pertandingan yang dimenangkan Persipura Jayapura, terlihat beberapa suporter tim tamu melompati pagar pembatas tribun penonton gate 3 dan berlari masuk ke dalam lapangan. Mereka bermaksud merayakan euforia kemenangan tim kesayangannya.

Namun aksi dari salah satu suporter itu dihalangi crew dan steward serta aparat di lapangan. Suporter tersebut kemudian digiring ke pinggir lapangan.

Ketika itulah, teman-temannya yang lain ditengarai tidak terima melihat rekannya digiring sambil berontak. Beberapa suporter lainnya kemudian kembali meloncati pagar pembatas, sedangkan lainnya berusaha masuk ke dalam lapangan membuat pagar pembatas tribun nyaris roboh. Sejumlah suporter Sulut United ikut terpancing dengan aksi para suporter Persipura itu dengan melakukan aksi penghadangan.

Namun, seorang suporter tuan rumah yang masuk ke lapangan berhasil diamankan polisi dan TNI. Dengan adanya beberapa insiden membuat panitia pelaksana pun disorot terkait dugaan ketidakprofesionalan dalam laga kandang itu. Tim Sulut United pun terancam denda.

Sementara itu, atas kekalahan ini, pelatih Sulut United Jaya Hartono meminta maaf kepada masyarakat Manado karena belum bisa memenangkan pertandingan. “Ini jadi pelajaran penting bagi kami. Ada evaluasi juga. Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya buat masyarakat Manado khususnya, ” kata Jaya.(bly)

Komentar