oleh

Rakorda Penyusunan Roadmap Hilirisasi Investasi Strategis, Manumpil: Demi Kemajuan Bumi Nyiur Melambai Tercinta

Manado, Komentar

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Rapat koordinasi (Rakorda) dalam rangka Penyusunan Peta Jalan (Roadmap) Hilirisasi Investasi Strategis tahun 2022 Sektor Perkebunan.
Rakorda yang dilaksanakan, hari Selasa (13/09) ini sekaligus mengaktualisasikan dan percepatan program ODSK, demi kemajuan pembangunan di Bumi Nyiur Melambai tercinta.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Penanaman  Modal Terpadu Satu Pintu  (PMTSP) Sulut Franky Manumpil mewakili Gubernur Olly Dondokambet dan Wagub Steven Kandouw (ODSK).
Lanjut Manumpil, dalam semangat memacu pertumbuhan investasi, seperti tercantum di visi Pemprov Sulut tahun 2021-2026, yaitu “Sulawesi Utara maju dan sejahtera sebagai pintu gerbang Indonesia ke Asia Pasifik”, maka pemerintah daerah telah melakukan upaya-upaya nyata untuk mendukung kelangsungan usaha, meningkatkan daya saing produk lokal, mendorong kerjasama antara unit ekonomi yang berbeda, termasuk investasi domestik dan investasi asing.
”Meskipun demikian, harus diakui bahwa Sulawesi Utara berada pada persaingan yang ketat dalam menarik investasi asing maupun investasi dalam negeri. Makanya, perlu dibangun iklim investasi yang kondusif bagi kelangsungan investasi, terutama pada saat kondisi ekonomi terkontraksi akibat pandemi covid-19,” jelas salah satu Calon Sekdaprov Sulut ini.
Menurut Manumpil, upaya pemerintah dalam rangka mempercepat pembangunan daerah sudah dilaksanakan melalui berbagai pendekatan untuk memastikan bahwa potensi investasi dapat segera berkembang.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan adanya hilirisasi industri. Hilirisasi industri penting untuk dilakukan mengingat kekayaan sumber daya alam di provinsi yang kita cintai sangat melimpah. Dengan adanya hilirisasi industri, diharapkan sumber daya alam yang diekspor keluar negeri memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Lanjut dikatakan Manumpil, Provinsu Sulut adalah penyumbang nomor dua produksi kelapa Nasional yaitu sebesar 9,39 persen sehingga sangat tepat jika Pemerintah Sulut mendorong lebih banyak investasi ke dalam negeri untuk memperkuat hilirisasi industri, terutama industri kelapa dan pala.
Tujuan dari hilirisasi ini yaitu untuk meningkatkan nilai jual komoditas, memperkuat struktur industri, menyediakan lebih banyak lapangan pekerjaan, serta meningkatkan peluang usaha di dalam negeri. Hilirisasi menjadi sesuatu yang wajib dilakukan untuk meminimalisir dampak dari penurunan harga komoditas.
Turut hadir dalam Rakorda, pihak Kadin, Apindo, akademisi, LSM,
Hadir juga dalam kegiatan, sekaligus memberikan materi Kepala Bappeda Ir Jenny Karouw Kadis Perkebunan  Ir Yeitij Roring dan  Kementerian Investasi  BKPM RI.(ist/mly)

Komentar