oleh

Ayah Kandung Bongkar Kasus Kematian Bocah CT, Banyak Uang Bantuan Hilang

Caption : Ayah Korban

Manado,KOMENTAR – Terkait kematian bocah berinisial CT yang terjadi pada sembilan bulan yang lalu, kini kembali viral di medis sosial. Hal tersebut ini setelah orang tua korban kembali mempertanyakan dugaan kekerasan seksual yang dialami bocah perempuan berinisial CT itu. Namun, ayah dari bocah CT yang bernama Stevano mengungkapkan banyak Keganjalan dari kasus kematian anaknya tersebut.

Dimana saat ditemui para awak media di Polresta Manado, Rabu (21/09), Stevano mengungkapkan bahwa ternyata banyak bantuan yang harusnya dipakai untuk penanganan anaknya tersebut justru hilang entah kemana. Misalnya saja bantuan dari Bapak Kapolda Sulut sebesar Rp 5 juta yang katanya hilang oleh ibu dari bocah Icha. “Bantuan itu saya tak pernah terima sama sekali. Tapi kata ibunya uang sebesar Rp 5 juta itu hilang di rumah sakit,” ujarnya.

Anehnya lagi, ibu dari bocah Icha ini justru memakai paranormal untuk mencari uang tersebut. “Mereka pakai paranormal. Harusnya kan lapor ke pihak berwajib jika ada pencurian atau kehilangan,” ungkapnya.

Mirisnya lagi, selama Icha sakit di rumah sakit, dirinya sering tak diizinkan untuk merawat putrinya itu. “Bahkan untuk duduk di kepala saja saya tak diizinkan,” ujarnya.

Stevano juga mengatakan jika dirinya dan ibu Icha memang sudah berpisah. Dia mengatakan sempat meminta untuk merawat bocah Icha. Tapi mantan istrinya sama sekali tak mengizinkan hal ini.

Diketahui selain uang Rp 5 juta yang hilang, ada juga bantuan sebesar Rp 50 juta yang tak tahu dipakai entah kemana. “Bantuan itu dari salah satu anggota DPR RI. Tapi saya tak tahu dipakai untuk apa,” ujar Stevano.

Ia mengatakan bila ada keanehan-keanehan yang terjadi dari kematian putrinya itu. Salah satunya adalah video pengakuan dari bocah Icha tentang siapa pelaku dari tindakan kekerasan seksual. Menurut ibu dari Icha jika anaknya hanya terbuka kepada sang ayah tiri. “Tapi dalam video pengakuan Icha itu yang ambil videonya adalah ibunya. Ini kan aneh,” ungkapnya.

Stevano mengatakan jika dirinya senang kasus anaknya kembali diangkat. Namun tujuannya adalah untuk mencari keadilan bukan keuntungan semata. “Saya ingin kebenaran terungkap. Bukan hanya mencari keuntungan semata,” tegasnya.

Sebelumnya diketahui, kematian bocah 10 tahun penderita leukimia di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) yang diduga karena diperkosa belum juga terungkap oleh kepolisian.

Ibu dari bocah malang itu, Heidy Said (34) kini mengadu ke pengacara kondang Hotman Paris demi terus mencari titik terang kasus kematian putrinya. Heidy Said mengaku selama ini berusaha menghubungi Hotman Paris melalui direct message (DM) di Instagram.

Lebih lanjut Heidy mengklaim pihak Hotman telah menanggapi permintaannya. “Memang niat, sudah dari lama saya DM (di Instagram) ke Bang Hotman,” kata Heidy. “Iya sudah direspon oleh Bang Hotman. Terus tadi saya ditelepon sama asisten pribadi Bang Hotman minta laporan polisi yang ada sama saya,” lanjut Heidy.

Dia mengaku tak bisa menutupi rasa senangnya karena kasus kematian anaknya akan disorot dan ditangani oleh Hotman Paris. Namun, keluarga diminta untuk bersabar. “Dari keluarga sangat senang, itu keluarga harapkan sejak lama itu. Karena kami keluarga sangat percaya Bang Hotman bisa mengungkap kasus ini,” katanya.

Ibu bocah malang ini sangat berharap untuk dapat bertemu langsung dengan Hotman Paris. Pasalnya dia ingin menceritakan langsung semua kejadian yang menimpa terhadap anaknya.”Kalau bisa kami bisa ketemu dengan Bang Hotman, minta waktunya. Supaya menceritakan langsung ke Bang Hotman. Karena kami keluarga sangat percaya Bang Hotman bisa mengungkap kasus ini,” katanya.

Sebelumnya Bocah malang tersebut awalnya dilarikan ke RS Telling Manado pada 28 Desember 2021. Dokter jaga yang menerima korban saat itu, dr Joel menyebut korban datang dengan keluhan pendarahan dan juga membawa surat permintaan visum dari kepolisian. “Disaat pemeriksaan, saya temukan ada lebam-lebam di sebagian besar tubuh sampai ke area dekat kemaluan, disertai dengan adanya perdarahan di sekitar kemaluan,” tutur dr Joel. “Kami juga melanjutkan dengan visum et repertum dan hasilnya ditemukan adanya robekan di selaput dara, di mana robekan yang sifatnya sudah lama,” sambung Joel.

Joel mengatakan korban langsung dirawat di bagian anak di ruang ICU. Pasalnya, kondisi korban saat itu menurun kesadarannya akibat pendarahan yang sudah berlangsung lama. “Pasien dilanjutkan perawatan di Bagian Anak, dan ada temuan-temuan diduga mengarah pada penyakit leukemia,” kata dia.

“Dan itu yang kami pikirkan sebagai penyebab perdarahan di vagina atau haid tidak bisa berhenti, perdarahan berlangsung terus tidak berhenti akibat ada kelainan darah,” jelasnya.

Tim dokter sendiri belum bisa memastikan apakah robekan selaput dara pada korban diakibatkan aktivitas seksual. Tim dokter membeberkan selaput dara juga bisa robek karena olahraga hingga kecelakaan.

Kemudian, tim dokter juga memantau lebam-lebam yang dialami pasien berpindah-pindah. Jadi, dokter menyimpulkan korban mengalami leukemia.

Adapun kondisi korban sebelum meninggal mengalami demam, pucat, dan pandangan mata kabur. Secara menyeluruh, terjadi perdarahan di bola mata korban. Korban sudah diberi transfusi darah. Namun, kondisi korban yang semakin memburuk membuat nyawanya tidak terselamatkan. (pra)

Komentar