oleh

Curanmor di Pakowa, Residivis Babak Belur Diamuk Massa

Manado, KOMENTAR – Diduga sebagai pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Pakowa, pelaku berinisial SK alias Sem Warga Kilo Tujuh, Desa Winangun Dua, Kecamatan Pineleng juga diketahui seorang residivis, Minggu (02/10) diamuk massa. Akibat kejadian tersebut lelaki in mengalami luka di bagian tubuhnya.

Dari informasi yang dirangkum, kejadian ini berawal dari kasus kehilangan sepeda motor yang dialami Paulus Mamengko, Warga Kelurahan Pakowa, Lingkungan V, Kecamatan Wanea, Minggu (02/10) dinihari. Dimana anak Paulus, yakni lelaki Timothi Mamengko saat terbangun sekitar pukul 04.20 Wita, mendapati jendela kamarnya sudah dalam keadaan terbuka. Saat anak korban melihat ke halaman rumah, sepeda motor Honda Beat milik ayahnya sudah tidak ada.

Melihat hal tersebut itu, Ayah dan anak ini pun langsung menuju Polsek Wanea untuk melaporkan kejadian yang mereka alami. Namun belum sampai ke polsek, keduanya melihat sepeda motor itu meraka berada simpang empat Terminal Karombasan. Saat korban menanyakan siapa yang membawa motornya. Tiba-tiba seorang lelaki langsung melarikan diri dari lokasi itu. Saat itu juga korban pun berteriak papancuri (pencuri) sehingga orang-orang di sekitar pun mengejar lelaki tersebut. Aksi kejar-kejaran itu sampai ke simpang empat Kelurahan Ranotana Weru, Lingkungan III.

Hingga akhirnya lelaki itu ditemukan oleh massa lalu dianiaya. Akibatnya, pria tersebut mengalami dua luka robek di bagian kepala dan memar di sekujur tubuh.

Sementara itu, Kapolsek Wanea, Kompol Arie Nayoan ketika di konfirmasi membenarkan adanya terduga pelaku curanmor yang diamuk massa. Ia mengatakan anggotanya langsung ke lokasi kejadian setelah menerima info tersebut. “Kami langsung mengamankan pria tersebut dari amuk massa dan membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara,” ujar Kapolsek.

lanjutnya, juga telah melakukan olah TKP sekaligus mengarahkan korban pencurian untuk membuat laporan polisi. (pra)

 

 

Komentar