oleh

Pj Bupati Maybrat Buka Rapat Pengendalian Inflasi, Sampaikan Pesan Presiden Jokowi

Maybrat, KOMENTAR- Pj Bupati Maybrat Provinsi Papua Barat, Dr Bernhard Rondonuwu membuka rapat Pengendalian Inflasi Daerah bersama Asisten 1, Asisten 2, Inspektorat, Kepala OPD, Kapolres dan 9 pemilik Agen Premium, Minyak dan Solar (APMS) di Kabupaten Maybrat, Senin (03/10).

Dalam sambutannya Pj Bupati Maybrat Bernhard Rondonuwu mengatakan strategi pengendalian infasi yaitu dengan peningkatan operasi pasar, program pangan bersubsidi, peningkatan produksi, perluasan kerjasama antar daerah, mobilisasi dan fasilitasi distribusi dari daerah surplus ke daerah defisit, dan pemantauan data secara detail.

Kemudian Pj Bupati menjelaskan 3 instrumen kebijakan konvergensi program dan perbaikan akurasi pensasaran, antara lain penetapan wilayah prioritas penghapusan kemiskinan ekstrem 2022, 2023, dan 2024, ketersediaan data pensasaran percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem yang padan dengan dukcapil, pedoman umum bagi kementerian/lembaga/pemerintah daerah dan semu pemangku kepentingan.

Selanjutnya, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) ditugaskan untuk mendata in dan out bahan bakar minyak (BBM) yang bergulir di Kabupaten Maybrat, supaya aliran BBM tahu siapa yang konsumsi.

Pj Bupati juga menekankan kepada semua undangan untuk melaksanakan apa yang Bapak Presiden Jokowi (Jokowi) sampaikan kepada semua Kepala Daerah di JCC, pekan lalu diantaranya:
– Menjelaskan dampak dan imbas terhadap kenaikan harga pangan, dan kolaborasi antara petani (produsen) dengan pemerintah. Kenaikan harga pangan salah satunya adalah karena kurangnya produksi sehingga terjadi kelangkaan di pasar.
– Masalah ini dapat disiasati dengan menggerakan petani untuk bercocok tanam, atau dengan subsidi ongkos distribusi.
– Berkaitan dengan oenggunaan produk buatan Indonesia. Tindak lanjut dari afirmasi bangga buatan Indonesia. Manfaatkan UMKM dan koperasi.

Lanjut Pj Bupati, sebagaimana pesan Presiden Jokowi, dihimbau kepada kepala daerah untuk membimbing UMKM, agar memasukan produknya ke ekatalog.
Selanjutnya, sektor wisata, mengajak masyarakat untuk datang ke wisata dalam negeri Indonesia. Sebab untuk menghindari defisit, Indonesia mempunyai banyak sekali wisata.
Kemiskinan ekstrem, di daerah di Indonesia sudah ada. Sasarannya jelas, dihimbau untuk segera untuk mengatasi kelangkaan BBM.

Kemudian Pj Bupati, tidak henti-hentinya mengingatkan tentang data, data jumlah mobil/kendaraan, berapa kendaraan industri sampai dengan kendaraan dinas. Ini dimaksudkan supaya tahu berapa keperluan untuk BBM, jika perlu menambah kuota, maka perlu data yang valid.

“Mari semua bekerja bersama-sama, selesaikan cari solusi pemerintah dengan swasta. Kembali diingatkan tentang data, karena data tersebut sangat penting untuk pengambilan keputusan ke depan,” ajak Pj Bupati.

Kegiatan dilanjutkan sesi tanya jawab kepada para peserta/undangan.(ist/mly)

Komentar