oleh

Gubernur Olly Dukung Penuh Kolaborasi BSG dan BNI Hadirkan Produk Digital di Lingkup Pemda

Sulut, KOMENTAR – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas langkah kolaborasi PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo (BSG) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI).

“Pemprov Sulut sebagai pemegang saham pengendali sangat mendukung dan memberikan apresiasi. Karena terobosan ini akan sangat berpengaruh terhadap kinerja BSG. Terutama dalam mempercepat penerapan digitalitasi di lingkup pemerintah daerah,” kata Gubernur Olly pada Penandatanganan MoU dan PKS di Villa Manare Mangatasik, Tanawangko, Kabupaten Minahasa, hari Selasa (04/10). Turut mendampingi Olly, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw.

Diketahui, kolaborasi ini untuk menghadirkan produk digitalisasi di lingkup pemerintah daerah (pemda) melalui program Ekosistem Smart Province.

Sementara Direktur Utama BSG, Revino Pepah menyambut optimistis gerakan kerja sama yang pada intinya untuk menangkap peluang pertumbuhan ekonomi daerah.
“BSG didorong untuk dapat menangkap peluang pertumbuhan ekonomi daerah dengan memacu inovasi dan akses digital yang lebih kuat kepada nasabah di Sulawesi Utara,” kata Pepah di sela-sela penandatanganan MoU dan PKS antara BNI dengan Pemprov Sulut.

Melalui kerja sama ini, Pepah meyakini BNI dan BSG dapat mendukung peningkatan operasional pelayanan masing-masing melalui pemanfaatan produk dan layanan.

“Kami mengapresiasi BNI yang membuka peluang kerja sama dengan BSG. Tentunya ini akan menjadi peluang bagi kami untuk memperkuat tranformasi digital Bank SulutGo dan memberi value prepositition baru bagi nasabah kami,” kata Pepah.

Pepah juga menyampaikan apresiasi kepada
Gubernur Olly Dondokambey sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP), yang dinilai sangat mendukung kinerja BSG.

“Terima kasih kepada Pak Gubernur Olly Dondokambey yang memberikan apresiasi atas kinerja BSG, karena hal ini akan sangat berpengaruh terhadap kinerja BSG dan mempercepat penerapan digitalitasi,” ucapnya sembari menambahkan kerja sama BSG dan BNI khususnya untuk pengembangan produk-produk digital ini, akan menjadi kolaborasi dan sinergitas bagi kepentingan digitalisasi bagi Pemda.

“Hal ini dilakukan BSG karena disadari bahwa di dalam pengembangan digitalisasi, memerlukan biaya dan sumberdaya yang cukup besar baik dari aspek finansial maupun ketesediaan infrastruktur dan human capitalnya,” ungkap Pepah.

Mengacu hal tersebut, pilihan untuk kolaborasi dan bersinergi menjadi alternatif terbaik, di mana BNI sebagai salah satu bank BUMN telah memiliki sumberdaya yang mumpuni sehingga apabila dimanfaatkan oleh BSG, ini akan lebih efisien dan produktif.

“Pada tahap awal ini sudah ditanda tangani kerja sama untuk produk Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD), transfer uang Bank Indonesia (BI Fast) dan BSGcash (tapcash). Selain itu juga produk-produk ini akan mendukung digitalisasi di Pemerintah Provinsi Sulut dan Gorontalo serta kabupaten/kota se Sulut dan Gorontalo,” rinci Pepah.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar
menuturkan program Smart Province sebagai bentuk dukungan BNI kepada segenap pemerintah kabupaten dan kota menuju 100 Smart City.

Melalui sinergi dengan BSG, BNI yakin dapat mendukung tata kelola keuangan Pemda dalam pengembangan ekonomi yang ada di Provinsi Sulut.

“BNI berkomitmen untuk mendukung percepatan digitalisasi dan layanan yang lebih efektif, efisien, transparan, dan bernilai tambah untuk segenap masyarakat, khususnya masyarakat Sulawesi Utara,” sebutnya.

Royke menyampaikan BNI akan membantu mempertemukan berbagai stakeholder dalam membangun smart ecosystem dengan ruang lingkup yang luas baik dalam pemerintahan, bisnis, maupun konsumer.

Kerja sama ini ditandai dengan meneken MoU sebagai kesepakatan bersama yang dilakukan Direktur Utama BSG Revino Pepah bersama Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati.(ist/mly)

Komentar