oleh

Pj Bupati Maybrat Hadiri Business Matching Tahap ke Empat di Bali

Bali, KOMENTAR -Pj Bupati Maybrat Provinsi Papua Barat Dr Bernhard Rondonuwu didampingi Asisten 2 menghadiri undangan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, dalam rangka Business Matching tahap IV, Percepatan Realisasi Produk Dalam Negeri oleh Kementerian, Lembaga dan BUMN, di Grand Ballroom Grand Hyatt, Nusa Dua Bali, Kamis (06/10).

Acara dibuka oleh Luhut Binsar Pandjaitan Menko Maritim dan Investasi. Dalam paparannya Menteri Luhut menyampaikan beberapa poin, yaitu progres realisasi belanja produk dalam negeri per 5 Oktober.
Di mana realisasi oroduk dalam negeri mencapai Rp487 triliun atau 50.9% dari komitmen.

Kemudian, lanjut Luhut, penayangan produk e-catalog per 5 Oktober 2022 produk tayang mencapai 1.355.233 atau 135.5% dan masih terdapat 11 pemda yang belum menayangkan. Inflasi Indeks Harga Konsumen per September 2022 melambat menjadi 5.95% Year on Year. Perlu Penurunan 1% pertahun untuk mencapai target 0% angka kemiskinan Esktrem pada 2024.

Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi membaik pada 2022 sekitar 5% dengan PDB suda kembali ke tingkat sebelum pandemi covid-19. Angka Perkapita Indonesia berada pada upper middle income pada 2019, namun menjadi lower middle income pada 2020 akibat covid-19. Karena itu, perlu inovasi kebijakan untuk mencapai target high income pada 2045.

Luhut juga menyampaikan kendala pertumbuhan ekonomi: korupsi, Inefiensi ekonomi, mentalitas jajahan, minim inovasi teknologi, gini ratio masih besar, birokrasi masih besar, birokrasi berbelit, Kualitas sumber daya manusia yang tergolong rendah, penegakan hukum masih lemah, tingginya impor dan konsumsi produk asing.

Konsolidasi pengadaan Laptop dalam negeri untuk keperluan TIK dan media pendidikan dan administrasi perkantoran meningkat efisiensi hingga 27.9% dan 29.7. Kartu Kredit Pemerintah Domestik (KKPD) dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam proses pembayaran pengaaan barang/jasa.

Luhut menyebut, inovasi transformasi ekonomi Kawasan Industri Kaltara: Petrokimia terbesar, Elektronik Alumina, besi dan baja, New Energy Battery, Industrial dan Polycristalling silicon.
Dampak ekonomi belanja produk dalam negeri pada tahun 2021 perekonomian Indonesia mengalami peningkatan dari -1.07% pada 2020 menjadi 3.69% pada 2021 atau meingkat 5.76%.

Komitmen Aksi Afirmasi ke depan: Realisasi komitmen belanja Produk dalam negeri T.A 2023, Penggunaan KKPD pada Januari 2023, Belanja impor maksimal 5%, Pengesahan RUU Pengadaan Barang dan Jasa Publik, Penilaian belanja produk dalam negeri untuk Indikator reformasi birokrasi

Sementara, Menteri Perindustrian menjelaskan beberapa hal, antara lain menyederhanakan sertifikasi TKDN untuk industri kecil. Dan, Penguatan data suplai produk dalam negeri. Kata dia, saat ini Pendaftaran sertifikasi TKDN dilakukan melalui Sistem Informasi Industri Nasional.(ist/mly)

Komentar