oleh

Pj Bupati Maybrat Bernhard Rondonuwu Ibadah Bersama di Paroki St Yoseph Ayawasi

Maybrat, KOMENTAR – Pj Bupati Maybrat Provinsi Papua Barat, Dr Bernhard Rondonuwu didampingi Asisten II, Sekretaris DPRD Kabupaten Maybrat, Kadis Pariwisata, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan, Perwakilan Departemen Agama beribadah bersama di Gereja Khatolik, Paroki St Yoseph di Ayawasi, Minggu (09/10).

Kesempatan itu, Pj Bupati Rondonuwu menyampaikan beberapa poin. Antara lain, di era sekarang perbedaan itu adalah hakiki. Tapi seorang Kristen tidak bisa tonjolkan perbedaan. Tunjukan kesamaan, agar kita semua sama-sama saling menguatkan.

Pj Bupati mengajak membangun Kabupaten Maybrat semua harus bersama-sama. Pengalaman Panjang karir Pj Bupati akan diimplementasikan pada roda pemerintahan di Kabupaten Maybrat.

Dikatakan, pemerintah akan selalu hadir ditengah-tengah jemaat. Dia mengatakan program membangun Ibukota Kabupaten Maybrat di Kumurkek, membangun dan menjalankan roda pemerintah, pembangunan dan kemasyrakatan Aifat Timur Raya. Membangun Distrik Mare Raya untuk pemerataan.

Kemudian Pj Bupati ingin berbenah dari sisi pendidikan dan kesehatan. Era birokrasi pemerintah ke depan akan menggunakan yang namanya sistem. Era perkembangan sekarang milenial harus menyesuaikan perkembangan zaman.

Saat ini, lanjut Pj Bupati, PNS bukan lagi keinginan yang nomor 1. Saat ini yang menjadi keinginan kaum milenial adalah nomor 1 youtuber, start up, dan desain grafis.
“Maka persiapkan anak-anak kita agar bisa menembus perkembangan zaman saat ini, agar bisa bersaing dengan daerah-daerah lain,” ajak Pj Bupati.

Pj Bupati juga mengingatkan agar tidak mudah percaya atas berita-berita hoax yang berkembang, kemudian untuk pendataan non, dia juga mengingatkan bahwa pendataan tersebut baru langkah awal pemerintah untuk mengetahui jumlah non ASN, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyesuaian.
Karena itu, Pj Bupati mengajak marilah kita ciptakan Anu Beta Tubat.

Untuk diketahui, menurut catatan buku petunjuk Gereja tahun 2001, Paroki St Yoseph Ayawasi (selanjutnya disebut Paroki) mulai berdiri tahun 1956 dengan jumlah umat 5.009. Sebelum berdiri sendiri, Paroki ini bergabung dengan Paroki St Agustinus Manokwari.

Namun sejarah Paroki sebenarnya sudah dimulai sejak tanggal 4 April 1953 ketika untuk pertama kalinya Pater Jorna, OFM mempermandikan 56 orang di Tabamsare (daerah Karon) dengan wali baptisnya guru Jamlean (asal Kei-Maluku Tenggara).
Di Tabamsarelah mulai cikal-bakal berkembangnya Warta Gembira di Ayawasi mulai dari pegunungan Tambraw merambah sampai wilayah Maybrat (Mare, Aifat dan Aifat Timur). Selama lima tahun pertama (tahun 1953-1957) wilayah ini dilayani oleh para pastor dari Ordo Fransiskan. Misionaris OSA yang untuk pertama kalinya masuk ke wilayah Paroki ini, Pater Kees van Beurden, OSA.
Pater Beurden untuk pertama kalinya mempermandikan umat di wilayah ini pada tanggal 24 Desember 1957. Dan, untuk selanjutnya pewartaan Injil di wilayah ini dilimpahkan kepada para pastor dari Ordo Agustinus.(ist/mly)

Komentar