oleh

Praseno Hadi: Pak Wagub Kandouw Berikan Apresiasi Bersama-sama Tanggulangi Kemiskinan

Sulut, KOMENTAR – Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Dr Praseno Hadi mengatakakan Pak Wagub Steven Kandouw sebagai Ketua TKPKD Provinsi Sulut memberikan apresiasi atas kehadiran para pejabat di Provinsi Sulut dan kabupaten/kota untuk secara bersama-sama, bahu-membahu, mapalus menanggulangi masalah kemiskinan.

“Memang kalau bicara kemiskinan itu yang paling utama adalah tentu bicara soal data,” ujar Praseno pada pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD), yang digelar Bappeda Sulut di hotel Aryaduta Manado, Senin (10/10).

Lanjut dikatakan Praseno, hasil yang telah disampaikan dan dipublikasikan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut dengan data yang dapat dipertanggungjawabkan, dapat kiranya bersama-sama TKPD kabupaten/kota untuk menghitung secara real data by name by adreas, agar program dan kegiatan TKPD provinsi dan jabupaten/kota dapat bersinergi serta real menyatu langsung serta menentukan dimana yang dapat dikategorikan keluarga miskin ekstrem dan miskin biasa.

“Jadi kalau data ini tidak falid nanti akhirnya ada kabupaten/kota yang merasa keberatan, karena itu saya harap BPS Kabupaten Kota dapat duduk bersama TKPD Provinsi dan kabupaten/kota untuk melihat hal ini untuk bersama saling bersinergi,” urai Praseno Hadi.

“Kalau memang ada data valid by name by adreas, saya yakin target nol persen di tahun 2024 untuk penghapusan jemiskinan ekstim di Sulut bisa tercapai,” kata Praseno.

Menurutnya, Pemprov Sulut akan mendukung dan mewujudkan target yang diharapkan Presiden RI Djoko Widodo (Jokowi) serta merupakan target yang juga merupakan harapan dari Pemerintah kabupaten/kota.

“Kondisi ekonomi nasional memang memprihatinkan, namun Presiden, Menteri Keuangan dan Bapak Gubernur telah membuat kebijakan baru dengan mengalokasikan 2 persen dari seluruh dana transfer untuk fokus penanggulangan kemiskinan dan antisipasi dampak inflasi dari kenaikan harga. Nah, dengan adanya program ini kami yakin dapat menjawab kemiskinan itu tidak akan melonjak bahkan tertinggi secara optimal,” jelas Praseno kepada sejumlah wartawan usai pembukaan.

Sebelumnya Kaban Bappeda Sulut Ir Jenny Karouw dalam laporannya menyampaikan maksud dan tujuannya pelaksanaan rakorev ini adalah untuk mengevaluasi program penanggulangan kemiskinan, mengidentifikasi permasalahan program penanggulangan kemiskinan, mempercepat komitmen serta sinergitas pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam percepatan penghapusan kemiskinan ekstim tahun 2024.

Kemudian memastikan ketercapaian target program dan anggaran untuk percepatan penghapusan Kemiskinan yang tepat sasaran serta menyepakati kebijakan strategis percepatan penghapusan Kemiskinan yang dituangkan dalam berita acara,” kata Karouw.(ist/mly)

Komentar