Gubernur Olly Sampaikan Harapan Presiden Jokowi, Penurunan Angka Stunting di Sulut Berjalan Baik

Sulut, KOMENTAR- Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey SE menyampaikan, harapan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dimana penurunan angka stunting di Sulut berjalan dengan baik.

“Angka stunting kita berada di bawah angka stunting nasional. Tapi ini kita dorong terus supaya bisa turun sesuai target,” kata Gubernur Olly dalam sambutannya pada pembukaan Rakerda di Hotel Luwansa, Manado, Rabu (03/05). Turut hadir Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo dan Wagub Sulut Steven Kandouw.

Gubernur Olly menjelaskan, salah satu upaya Pemprov Sulut mengatasi persoalan stunting yaitu membangun Rumah Sakit Ibu dan Anak.

“Tujuannya supaya ada perbaikan-perbaikan sekaligus tempat edukasi bagi ibu hamil. Bagi yang ibu hamil kurang mampu, kita bawa ke rumah sakit ini. Kita berikan asupan gizi, supaya bayinya lahir nanti sehat terhindar dari stunting,” ujarnya.

Gubernur Olly juga mengapresiasi terbentuknya tim percepatan penurunan stunting dan pengukuhan Bunda Pendamping Keluarga di Sulut.

“Tim pendamping keluarga ini ada di setiap desa. Kalau di Sulut ada sebanyak 1.500 an desa, pastinya akan sangat bermanfaat dalam upaya pencegahan stunting,” katanya.

Ia mengakui dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) berdaya saing, pastinya faktor kesehatan penting bagi para generasi muda.

“Nah, ini juga butuh peran ibu-ibu. Tadi di acara HRG PKK, saya juga sampaikan peran ibu-ibu sekalian penting dalam menangani stunting,” sebutnya.

Gubernur Olly berterima kasih kepada Perwakilan BKKBN Sulut yang terus bersinergi dan berkomunikasi, sehingga koordinasi penanganan stunting bisa lebih baik.

“Bupati dan wakikota juga diharapkan bisa lebih aktif. Ada anggaran tambahan asupan yang dapat dipergunakan untuk menangani stunting. Kita akan dorong program pusat supaya terus berjalan baik di Sulut,” tukasnya.

Rakerda ini digelar Perwakilan BKKBN Sulut dengan mengambil tema “Sinergitas dan Kolaborasi”,

Sebelumnya, Kepala BKKBN Pusat dr Hasto Wardoyo dalam sambutan mengapresiasi kolaborasi BKKBN Sulut bersama mitra kerja dalam percepatan penurunan stunting termasuk program Bangga Kencana.

“Patut diapresiasi karena angka stunting Sulut yakni 20,5 lebih rendah dari angka stunting nasional yakni 21,6,” akunya.

Hasto mengakui, program Bangga Kencana dan Penurunan Stunting merupakan program prioritas Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi, katanya, mendorong program ini dalam menghadapi era bonus demografi.

“Generasi emas yang menjadi generasi penanggung jawab pada tahun 2045. Kita harus siapkan SDM tentunya supaya generasi kita produktif,” jelasnya.

Ia mengatakan persiapan SDM memang penting, karena pada tahun 2035 nanti akan dapat melihat perbandingan antara warga usia produktif yang bekerja dan tidak bekerja.

“Makanya, program Bangga Kencana dan Penurunan Stuntung mesti terus dioptimalkan. Itu harus kita mulai bersama dari keluarga. Kita harus libatkan mitra TNI/Polri. Harus gotong royong dan ini menjadi tanggung jawab bersama,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Sulut, Diano Tino Tandaju dalam laporan menjelaskan, kegiatan Rakerda diawali dengan rapat koordinasi teknis.

“Nanti malam kita akan diskusi teknis terkait program Bangga Kencana dan Penurunan Stunting,” ungkap Tandaju.

Ia mengapresiasi dukungan dan komitmen gubernur bersama bupati dan wali kota, TNI/Polri di Sulut dalam menyukseskan program tersebut.

“Kita sudah lakukan upaya bersama dengan pembentukan tim penurunan stunting, pengukuhan bapak anak asuh stunting serta kegiatan lainnya,” katanya.

Dalam Rakerda, Ketua TP PKK Sulut Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan yang hadir dikukuhkan sebagai Bunda Pendamping Keluarga oleh Kepala BKKBN Pusat dr Hasto Wardoyo.

Ikut hadir dalam Rakerda Sekretaris Tap-PKK Sulut dr Kartika Devi Tanos, Sekdaprov Sulut Steve Kepel, Forkopimda Sulut, bupati/wakil bupati dan walikota/wakil walikota di Sulut, instansi terkait Pemprov Sulut dan pemda kabupaten/kota, akademisi serta organisasi lainnya.(ist/mly)

 

 

Komentar