Pemkab Bungkus Pekerja Rentan Dengan BPJS Ketenagakerjaan

Ratahan, KOMENTAR
Program pro rakyat kembali ditelorkan Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) di bawah kepemimpinan Bupati James Sumendap SH MH. Kali ini adalah melindungi para rakyat Kabupaten Mitra yang masuk kategori pekerja rentan dengan program perlindungan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Manfaat dari keikutsertaan dalam program ini sangat luar biasa.
Diikutsertakannya para pekerja rentan dalam BPJS Ketenagakerjaan ini ditandai dengan penyerahan kartu peserta secara simbolis oleh Bupati Mitra, James Sumendap SH, Selasa (02/05). “Ini bentuk perhatian Pemkab terhadap para pekerja rentan, membuktikan bahwa Pemerintah hadir dan ada di tengah-tengah masyarakat,” kata Bupati.
“Kita ingin semua masyarakat terlindungi. Di mana untuk keikutsertaan dalam BPJS, tidak saja kita mengcover lewat BPJS Kesehatan, tetapi juga BPJS ketenagakerjaan. Dan inilah komitmen kita bahwa rakyat Minahasa Tenggara merasakan kehadiran pemerintah,” katanya.
Dengan adanya program perlindungan dari BPJS ketenagakerjaan ini, kata Bupati, maka para pekerja rentan akan semakin merasa tenang dalam bekerja. “Dan tidak semua daerah memiliki kebijakan yang seperti ini. Ini yang harus membuat kita membuka mata atas apa yang kita lakukan bagi rakyat Kabupaten Mitra,” sebutnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Mitra, David Lalandos AP MM menjelaskan, dalam program BPJS ketenagakerjaan ini, Pemkab mengikutsertakan 27.752 pekerja rentan. “Kategori pekerja rentan itu adalah warga Kabupaten Mitra berusia antara 17 tahun sampai dengan 65 tahun yang berprofesi antara lain sebagai pedagang keliling, petani, nelayan, tikang ojek, pedagang kaki lima, dan beberapa lain. Itu yang dibungkus dengan BPJS ketengakerjaan,” terangnya.
Dengan adanya program ini, kata Sekda, Pemkab Mitra hendak memberikan perlindungan maksimal untuk rakyat Minahasa Tenggara dengan menanggung iuran keikutsertaan dalam program BPJS baik BPJS ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan. “Dan program ini merupakan komitmen, kebijakan dan keputusan pak Bupati terhadap warga Kabupaten Mitra,” tuturnya.
Sementara itu, dari referensi yang diperoleh harian ini menyebut, keikutsertaan dalam BPJS ketenagakerjaan akan meliputi setidaknya tiga jaminan yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT).
Untuk JKK mendapatkan perlindungan di perjalanan dan tempat kerja, santunan kematian akibat kecelakaan kerja sebesar 48 kali nilai upah yang diterima bulanan, bantuan beasiswa maksimal Rp.174 untuk dua anak, serta memperoleh bantuan Program Return to Work (Program Kembali Bekerja).
Untuk JKM akan memberikan manfaat kepada keluarga pekerja yang ditinggalkan berupa santunan kematian sebesar Rp 20 juta, santunan berkala selama 24 bulan sebesar masing-masing Rp 12 juta, biaya pemakaman sebesar Rp 10 juta, dan bantuan beasiswa maksimal Rp 174 juta untuk dua anak. Sedangkan JHT yakni antara lain menerima nilai akumulasi seluruh iuran yang telah disetor ditambah hasil pengembangannya.(ftj)

Komentar