Ratusan Warga Ratatotok ‘Goyang’ PT BLJ

Ratahan, KOMENTAR

Ratusan warga Ratatotok Kecamatan Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Lingkar Tambang (Amalitra) dan Serikat Tani Minahasa Tenggara mendatangi base camp PT Bangkit Limpoga Jaya (BLJ) di Ratatotok pada Selasa (09/05) kemarin.

Dalam pernyataan sikapnya, warga meminta kejelasan soal keabsahan lahan yang menjadi lokasi berdirinya basecamp PT BLJ, serta meminta adanya penyelesaian terkait dengan persoalan pidana yang sementara berproses di lembaga penegak hukum.

Tuntutan dan aspirasi warga disampaikan antara lain oleh Ketua Amalitra, Valdy Suak, dan Ketua Serikat Tani Minahasa Tenggara, Yansen Matandatu. Yansen menyebut, pihaknya meminta supaya PT BLJ memperjelas dan menyelesaikan keabsahan atau legalitas tanah yang di atasnya berdiri basecamp PT BLJ.

“Karena tanah tersebut adalah tanah HGU yang masih ada kontrak sampai tahun 2027 dengan status Perkebunan Kelapa bukan Perusahan Pertambangan,” katanya sebagaimana juga ada dalam pernyataan sikap.

Sementara itu, terkait dengan persoalan pidana antara pihak PT BLJ dengan salah seorang warga yakni Marthen Wowor, Valdy Suak meminta supaya ada penyelesaian yang bijaksana tanpa merugikan pihak tertentu. “Meminta PT BLJ mencabut laporan polisi yang dibuat oleh pimpinan PT BLJ kepada Bapak Marthen Wowor,” katanya.

“Masalah kesalahpahaman dengan Bapak Marthen agar diselesaikan secara damai antara atasan dan bawahan, sehingga jangan ada kriminalisasi pimpinan perusahan terhadap karyawan atau buruh yang di pekerjakan di PT BLJ. Sebaliknya, perusahan harus memberikan perlindungan kepada semua karyawan atau bruh yang dipekerjakan di perusahan sekaligus mengutamakan masyakarat yang ada di wilayah Ratatotok untuk bekerja di PT BLJ ,” imbuhnya.

Suak mengutarakan, pihaknya tidak anti investasi, bahkan bersedia memberikan dukungan. “Yang penting adalah bagaimana pihak perusahaan juga mau menjaga hubungan baik dengan masyarakat,” ungkapnya.

Perwakilan warga didampingi Pemerintah Kecamatan Ratatotok serta Pemerintah Desa di Kecamatan Ratatotok juga bersama aparat kepolisian, melakukan dialog dengan pihak PT BLJ di dalam lokasi basecamp PT BLJ, setelah sebelumnya orasi hanya disampaikan di depan gerbang masuk basecamp.

Sementara itu, Yahya Moyiu selaku Legal Officer PT BLJ ketika dikonfirmasi menjelaskan, soal status tanah yang menjadi lokasi basecamp PT BLJ, pihaknya sampai sejauh ini belum menerima bukti yang menyatakan bahwa lahan tersebut adalah lahan HGU.

“Yang beredar saat ini kan hanya katanya. Yang pasti sampai saat ini kami belum menerima bukti yang menyatakan bahwa lahan ini adalah lahan HGU. Kami bertransaksi terkait dengan lahan yang kami diami ini dengan memakai acuan berdasarkan dokumen hukum,” terangnya.

Soal proses hukum yang sementara berjalan, Yahya menyampaikan bahwa pihaknya menghormati proses yang sementara berjalan. “Kita menghormati proses hukum yang sementara berjalan. Kita akan taat terhadap aturan hukum yang berlaku,” ungkapnya. Sebelumnya warga mendatangi Kantor Camat Ratatotok dan disambut Camat Ratatotok, Calvin Rawis SH. Aksi warga diamankan aparat kepolisian dari Polres Mitra dan Polsek Ratatotok. Tampak Kabag Ops Polres Mitra, Kasat Lantas, Kasat Bimas, Kapolsek Ratatotok yang ikut serta mengamankan aksi warga.(ftj)

Komentar