Pj Bupati Maybrat Pimpin Rapat Forkopimda Bahas Pemulangan Esksodus

Maybrat, KOMENTAR- Pj Bupati Maybrat Dr Bernhard Rondonuwu SSos MSi memimpin rapat Forum komunikasi pimpianan daerah (Forkopimda) membahas terkait pemulangan eksodus di Wilayah Aifat Timur Raya dan Aifat Selatan Raya, di Ruang Rapat Kantor Bupati, Selasa (16/05).

Rapat dihadiri Komandan Korem (Danrem) 181/PVT Brigjen Juniras Lumban Toruan SSos MSi dan LO Polda Papua Barat Daya Kombes Pol Budi Utomo SIK.
Hadir juga Kapolres Maybrat AKBP Gleen Rooi Molle SIK, Dandim 1809 Maybrat Letkol Inf Yohanes Andi Wibowo, Danyon Zipur 20/PPA Letkol CZI Tri Wibowo Angga Astono, Dansatgas Yonif 133/YS / Letkol Inf Andhika Ganessakti, Dansatgas Yonif 623/ BWU / Letkol Inf Dhuwi Hendrajaja SSos, Danyon B Brimob Pelopor Sorong Kompol Jandry Sairlela SIK MM. Serta Sekda Maybrat Ferdinandus Taa, SH MSi, Asisten I Sekda Maybrat Dra Yohana Lek MSi, Asisten II Sekda Maybrat Engelbertus Turot, SP MSi, Asisten III Sekda Maybrat / Manase Kareth SE, Ketua Kalsis Aifat Pdt Sepianus Assem STh, para pimpinan OPD dan kepala Distrik serta Kepala Kampung di wilayah Aifat Timur Raya.

Kesempatan itu, Pj Bupati Maybrat mengatakan semua kegiatan yang kita laksanakan terkait pemulangan eksodus butuh proses. Jangan sampai ada kesalahan untuk kita semua. Pemulangan eksodus di Wilayah Aifat Timur Raya dan Aifat Selatan Raya sebagian besar sudah berjalan.
Menko Polhutkam, menteri PUPR dan lainnya juga mendukung program kita dalam pemulangan para eksodus. “Mari kita semua berjuang untuk masyarakat, khususnya di Aifat Timur dan Aifat Selatan, agar mereka semua bisa kembali ke kampung halamannya seperti dulu.

“Saya sudah sampai di Ayata, puji Tuhan sudah aman di sana. Saya tekankan kepala distrik dan kepala kampung untuk tinggal di sana, kalau tidak mau tinggal di sana berarti siap saya ganti. Dan juga kepala kampung yang tidak mau tinggal di kampungnya, tidak akan saya berikan rekomendasi dana kampung. Saya juga mau tahun ajaran baru besok, sudah ada aktifitas belajar mengajar di wilayah Aifat Timur Raya dan Aifat Selatan Raya. Kita Pemda Maybrat akan segera menjalankan aktifitas pemerintahan dan pembangunan di kampung-kampung wilayah Aifat Timur dan Aifat selatan,” jelas Pj Bupati.

Lanjutnya, pemda memberikan jaminan selama 6 bulan kepada eksodus yang sudah kembali ke kampungnya. “Saya tegaskan, saya tidak akan bantu eksodus yang tinggal di luar kampungnya. Saya sudah mendapatkan surat dari Wamendagri untuk pemulangan eksodus di laksanakan sampai dengan bulan oktober. Saya sudah melakukan upaya-upaya melalui semua bidang termasuk bertemu ketua sinode. Saya juga bertemu dengan keuskupan. Saya juga sudah bersurat dan bertemu dengan Komnas Ham. Saya juga sudah ajukan jalan Susumuk- Moskona sebagai jalan prioritas utama/jalan Trans Papua, agar segera diperhatikan oleh pemerintah pusat,” papar Pj Bupati menjelaskan.

Jadi, tambahnya, kalau semua yang hadir ini kita tidak berkerja sama- sama, pasti tidak akan jalan. “Terkait pembiayaan Satgas ini saya tegaskan kembali ini menggunakan dana APBN bukan APBD,” jelas Rondonuwu.

Sementara Danrem PVT/18, antara lain menyampaikan supaya Pj Gubernur melakukan kunker ke Maybrat. “Saya inginkan bapak Pj Gubernur Papua Barst Daya harus melaksanakan kungker ke Maybrat. Mari kita bekerja sama masyarakat dan pemda untuk melaksakan semua tujuan kita,” kata Danrem.

“Kita berupaya eksodus yang sudah kembali ke kampung jangan ada yang pulang lagi. Kami bersama Satgas yang ada melaksanakan 3 operasi (teritorial, tempur dan intelejen) dengan jumlah -+800 personil. Pembangunan jalan sampai dengan Aisa akan kita mulai, saya mohon jangan ada gangguan, bila ada gangguan lagi saya tidak segan-segan akan mencari pelaku sampai dapat. Saya juga memberikan tugas kepada anggota Satgas, setiap satu orang anggota Satgas harus memiliki 5 orang anak didik. Setiap Kodim atau Koramil, saya kasih nomor pelaporan. Apabila ada anggota saya yang melakukan tindakan tidak terpuji bisa langsung di laporkan kepada saya,” papar Danrem menjelaskan.

Lanjutnya, dan apabila ada anggota TNI yang salah tangkap bisa langsung dilaporkan kepada dirinya. “Kami TNI hadir menciptakan keamanan jadi jangan merasa terintimidasi. Kita harus mempunyai target, agar kita punya kemauan dan semangat untuk mencapai pencapaian yang akan kita capai. Program kami ke depan untuk pengecekan warga melalui KTP-nya, apabila bukan warga Maybrat dan tidak punya kepentingan bisa kita pulangkan ke daerahnya,” kata Danrem lagi.

Kemudian, dari LO Polda Papua Barat Daya, antara lain menyampaikan terkait perintah dari bapak Kapolda Papua Barat kepada dirinya untuk masuk Maybrat dan mengikuti kegiatan ini. “Sudah menjadi tugas pokok Polri untuk menjaga keamanan di seluruh wilayah NKRI. Mari kita bersinergi baik pemda, TNI dan juga Polri untuk melaksanakan semua program yang sudah kita bahas tadi,” kata dia.

Dari Polda Papua Barat juga sudah melakukan ops petik bintang untuk mendukung pemda dalam pemulangan eksodus. “Kami Polri Polda Papua Barat dan juga Polres Maybrat siap bersama-sama pemda dan TNI untuk melaksanakan semua program, yang akan kita laksanakan guna pemulangan eksodus. Semua yang kita bahas hari ini, akan saya laporkan ke bapak Kapolda Papua Barat,” kata LO Polda Papua Barat Kombes Budi Utomo.

Sedangkan dari pihak gereja menyampaikan, bahwa intinya jangan ada paksaan untuk eksodus segera pulang. Karena kita semua harus melakukan proses yang pelan tapi pasti. “Intinya lakukan dulu pekerjaan jalan, agar akses mudah masuk sehingga semua program pemulangan eksodus bisa berjalan dengan baik. Kami pihak gereja siap mendukung semua kebijakan pemerintah maybrat,” kata Pdt Sepianus.

Kemudian penyampaian Kepala Distrik Aifat Timur, antara lain siap mendukung pemerintah dan juga TNI/Polri dalam pemulangan eksodus. “Kami juga butuh proses untuk membawa masyarakat pulang ke kampungnya masing- masing. Terima kasih Pemda Maybrat juha TNI/Polri sudah berikan jaminan kemanan kepada kami di wilayah Aifat Timur. Mari sekarang kita berkomitmen untuk berkerja sama bersama-sama. Jangan ada pihak yang dilibatkan dan ada yang tidak dilibatkan,” kata dia

Sementara Kepala Kampung Aiking-king antara lain, bahwa semua di Aifat Timur Raya siap mendukung program pemerintah. Kami khususnya di Aifat Timur Jauh selama ini sama sekali tidak tersentuh pembangunan. “Dan, dengan kehadiran Pj Bupati Maybrat, kami merasakan kehadirian pemerintah daerah Maybrat. Yang pertama, kami minta dukungan akses jalan, agar seluruh aktifitas di wilayah kami bisa berjalan dengan baik,” pinta dia.

Kesimpulan rapat yang di sampaikan oleh Plh Sekda antara lain:
1. Kepala kampung dan kepala distrik khusunya di wilayah Aifat Timur dan Aifat Selatan untuk melaksanakan perintah Pj Bupati dan Sekda.
2.Tahap pertama pemulangan eksodus dari Susumuk sampai dengan Fankahrio. Selanjutnya, tahap kedua dari Fankahrio sampai Wyata.
3. Ketua pemulangan eksodus segera koordinasi dengan tokoh- tokoh dan masyarakat di wilayah Aifat Timur Tengah dan Aifat Timur Jauh. Dan, pemerintah siap pengerjaan pembersihan jalan Fankahrio sampai ke Ayata.(ist/*)

Komentar