Hanya Hamburkan Uang, Sekdaprov Kepel Ingatkan Dikda Hentikan Penamatan Siswa di Hotel

Sulut, KOMENTAR- Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulawesi Utara (Sulut) Steve HA Kepel ST MSi mengingatkan Dinas Pendidikan Daerah (Dikda), supaya segera menghentikan penamatan siswa-siswi SMA/SMK Negeri di hotel-hotel.

Demikian penegasan Steve Kepel saat sharing bersama Jurnalis Independen Pemprov Sulut (JIPS) di ruang kerjanya, Kantor Gubernur, Jumat (19/05).

Kepel menjelaskan bahwa dirinya bukan anti hotel, akan tetapi kegiatan seremonial seperti itu hanya menghamburkan uang dan merugikan orang tua murid yang kurang mampu.

ā€œJika sasarannya untuk peningkatan kompetensi guru dan siswa atau kegiatan seperti pelatihan dari perusahaan-perusahaan untuk meningkatkan sumber daya manusia, itu sah-sah saja, tidak apa, dan saya pasti hadir bila diundang,ā€ jelasnya.

ā€œKecuali sekolah-sekolah swasta mereka punya uang sendiri, kalau negeri segera dihentikan,ā€ sambung menegaskan.

Sebab lanjut Kepel, permintaan uang dari komite kepada siswa-siswi untuk agenda penamatan di hotel sudah masuk kategori pungli dan gratifikasi.

Kepel menerangkan padahal Pemerintahan Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw (ODSK) sejauh ini memasifkan untuk mendongkrak SDM yang berkualitas dan mampu bersaing di kancah internasional.

Kepel menyebutkan bahwa sudah ada beberapa kepala-kepala sekolah yang menghubungi melalui via telepon untuk hadir dipenamatan siswa-siswi di hotel.

Agenda seperti itu, tambah Kepel, hanya menyusahkan orang tua murid, apalagi yang tidak memiliki penghasilan tetap seperti pengemudi online misalnya.
ā€œKasihan anak-anak ini sama dengan dibodohi,ā€ katanya prihatin.

Steve Kepel pun berpesan, agar para kepala SMK/SMA negeri bisa memanfaatkan fasilitas pemerintahan untuk menggelar penamatan, misalnya Graha Gubernuran atau ruang mapalus Kantor Gubernur.

ā€œKalau buat di hotel lebih kepada hura-hura, jangan ada lagi penamatan yang hingar-bingar seperti itu. Kalau dilaksanakan di tempat pemerintahan kan tidak apa-apa, gratis, tidak bayar,ā€ pungkasnya.(ist/*)

 

 

 

Komentar