Pj Bupati Bernhard Rondonuwu Hadiri Ibadah Tahbisan Imamat Diakon Inventus Ivos Kocu Pr

Sorong, KOMENTAR- Pj Bupati Maybrat Dr Bernhard E Rondonuwu SSos MSi menghadiri ibadah Tahbisan Imamat Diakon Inventus Ivos Kocu Pr, di Gereja Katolik Santo Paulus Kauskupan Manokwari-Sorong, Paroki St. Bernadus Aimas, Stasi Santo Paulus Klamalu, Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat Daya, Minggu (21/05).

Dalam proses Tahbisan Imamat Diakon Inventus Ivos Kocu, Pr. Oleh Mgr. Hilarion Datus lega, ikut dihadir Plh Sekda Kabupaten Maybrat dan jajaran pemerintahan Kabupaten Maybrat, Pangdam XVIII/Ksr, beserta Danrem 181/PVT, Kapolda Papua Barat dan beberapa tokoh agama dan masyarakat serta seluruh umat Katolik Kauskupan Manokwari-Sorong.

Kesempatan itu, Pj Bupati Maybrat dalam sambutannya mengaku bangga, sebab panitia adalah orang Mare Kabupaten Maybrat. Dan, kebanggaan yang luar biasa adalah orang yang ditahbiskan oleh Yang Mulia Bapak Uskup adalah putra terbaik Maybrat.
“Sehingga kami Pemerintah Kabupaten Maybrat menghadirkan 2 Paroki dan 1 Pra Paroki Ayata dan Mare untuk hadir mengikuti prosesi tahbisan di Kabupaten Sorong,” kata Pj Bupati.

Kebahagiaan yang berikut, lanjut Pj Bupati, kepada Bapak Kocu, Ibu Asem dan semua keluarga yang sudah memberikan dukungan, sehingga kami di Kabupaten Maybrat punya kebanggaan dan untuk generasi muda Maybrat bisa turunkan.

Dengan kehadiran Pastor Inventus Ivos Kocu, menjadi pendorong generasi muda supaya ada lagi Imamat yang baru. “Semoga ini menjadi bagian penting untuk masyarakat mengambil jalan yang sah bagi kita masyarakat di Maybrat,” kata Pj Bupati Bernhard Rondonuwu.

Pj Bupati juga mengaku sangat tertarik dengan tema hari ini, “Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah”. Pergumulan terbesar di Kabupaten Maybrat adalah kerinduan kami sudah siapkan batuan uang kepada panitia untuk dukungan pada pentabisan hari ini. Dan kami juga sudah serahkan lima puluh juta untuk hadirkan 2 Paroki dan 1 Pra Paroki dan dukungan yang berikut akan berikan seratus juta ketika proses berjalan dan proses di dukung oleh Pangdam XVIII/Ksr dan Kapolda Papua Barat.
“Semoga dengan proses yang berjalan ini suatu saat indah pada waktunya mungkin bisa melaksanakan misa pertama di Sabah atau di Ayata,” harap Rondonuwu.(ist/*)

 

 

Komentar