Tiga Petahana Bertahan, Ini Profil Lima Komisioner KPU Sulut Terpilih 

Manado, KOMENTAR- Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) secara resmi mengumumkan lima nama calon anggota KPU Provinsi Sulut terpilih periode 2023-2028.

Pengumuman itu tertuang di dalam surat keputusan KPU RI dengan Nomor 51/SDM.12-Pu/04/2023 tanggal 21 Mei 2023, tentang calon anggota KPU Provinsi terpilih. Dalam pengumuman itu juga dicantunkan Keputusan KPU Nomor 421 Tahun 2023 tentang Penerapan Calon Anggota KPU Provinsi terrpilih pada 20 Provinsi lainya.

Adapun kelima nama komisioner KPU Sulut terpilih, adalah Awaluddin Umbola, Kenly Poluan, Lanny Anggriany Ointu, Meydi Yafeth Tinangon dan Salman Saelangi.

Para komisioner yang terpilih merupakan calon anggota KPU provinsi yang mengikuti proses seleksi yang cukup panjang oleh tim seleksi daerah, hingga akhirnya bergulir di Jakarta lewat uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap 10 orang calon komisioner.

Menariknya, dari lima nama yang lulus, tiga diantaranya adalah petahana yaitu Lanny Anggriany Ointu, Meydi Yafeth Tinangon dan Salman Saelangi. Dua lainnya yaitu Awaluddin Umbola, Kenly Meydi Poluan adalah mantan pimpinan Bawaslu Sulut.

Sementara itu, salah satu patahan terpilih Meidy Tinangon berterima kasih atas suport sehingga dirinya bisa terpilih mengemban amanat sebagai komisioner KPU Sulut periode lima tahun ke depan.

“Mohon topangan doa semoga amanah. Saya akan jalankan amanah dengan sebaik- baiknya. Usai nanti dilantik oleh KPU RI, kami akan bekerja dan sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi), ” ucap Meidy.

Seperti diketahui, lima komisioner KPU Sulut terpilih merupakan merupakan figur-figur kredibel dan berpengalaman sebagai penyelenggara Pemilu.

Awaludin Umbola merupakan pria kelahiran, 22 Februari 1983. Ia sebagai Relawan Jaringan Pemantau Pemilu Rakyat (JPPR) tahun 2004. Pria asal Desa Tutuyan Boltim ini, terpilih menjadi anggota/ ketua KPU Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) periode 2013-2018. Lulusan Pasca Sarjana Universitas Samratulangi Program Studi Ilmu Lingkungan 2021 kemudian terpilih jadi Anggota Bawaslu Provinsi Sulut 2018-2023. Pria yang juga berlatar belakang ASN pemkab Boltim ini aktiv di berbagai organisasi, Ia merupakan kader PMII/ NU (Nahdlatul Ulama).

Sedangkan Kenly Poluan adalah mantan pimpinan Bawaslu Sulut periode 2017-2022.
yang sebelumnya dikenal aktivis, kader GMKI
dan GAMKI. Ia merupakan Ketua Umum PP GMKI (2004-2006). Pria asal Minahasa Selatan (Minsel) ini lama berkecimpung dalam urusan analisa politik. Rekam jejak dirinya yang diketahui cukup diperhitungkan media nasional, bahkan disebut sebagai salah satu pengamat politik nasional. Kenly sendiri diketahui terjun sebagai penyelenggara Pemilu, sebelum jadi anggota Bawaslu Sulut merupakan tenaga ahli di DPR RI. Ia juga perna menjabat direktur Riset Survey Nusantara Network (SNN).

Sementata itu, Meidy Tinangon Yafeth adalah figur yang telah lama berkecimpung sebagai penyelenggara Pemilu. Pria kelahiran Telap (Minahasa) ini perna menjabat dua periode sebagai anggota/ketua KPU Minahasa (2007 – 2018). Sama halnya dengan Kenly, Tinangon juga kader GMKI dan GAMKI. Perna jabat koordinator wilayah Sulut PP GMKI (2004-2006). Lulusan pascasarjana magister sains biologi lingkungan Unima ini, juga dikenal sebagai aktivis Gerakan Minahasa Muda, Persatuan Minahasa, KNPI, serta organisasi kepemudaan GMIM. Dosen FMIPA UKI Tomohon (non aktiv), hingga saat ini aktiv sebagai penulis. Sudah banyak karya buku yang Ia tulis termasuk buku tentang kepemiluan.

Selain Tinangon, patahana anggota KPU Provinsi terpilih lainnya juga terdapat nama Salman Saelangi. Pria enerjik ini sebelum terjun sebagai penyelenggara pemilu adalah PNS Dinas Perikanan Pemprov Sulut. Ia dikenal sebagai tokoh pemuda Muhammadiyah dan juga aktivis GMNI.

Patahana KPU Sulut lainya yakni, Lanny Ointu. Wanita cantik berhijab ini menjadi satu satunya perempuan yang tersisa dalam komposisi komisoner KPU Sulut periode 2023-2028. Lanny sendiri sudah berpengalaman sebagai penyelenggara pemilu. Ibu tiga anak ini pernah menjadi Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Pemilu 2014 di Islamabad, Pakistan. Kemudian, di tahun 2015, wanita kelahiran 7 Januari 1980 ini menangani Pemilihan Gubernur sebagai Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Singkil.
Lulusan S1 Akuntansi STIE Malang Kucecwara ini juga aktiv di organisasi. Ia merupakan kader HMI (Himpunan Mahasiswa Islam).(bly)

Komentar