Realisasi Investasi Meningkat, Minahasa Jadi Daya Tarik Investor Perumahan

Semester 1 capai Rp 55 miliar //sub
Realisasi Investasi Meningkat, Minahasa Jadi Daya Tarik Investor Perumahan // jl
Tondano, KOMENTAR
Iklim investasi di Kabupaten Minahasa mencatat pertumbuhan yang positif. Ini dapat terlihat dari realisasi investasiĀ  semester I-2023 mencapai 77,54 persen, dengan nilai investasi yang masuk menyentuh angka Rp 55.640 Miliar.

Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMPTSP), Minahasa, realisasi itu meningkat sekian miliar dibandingkan dengan capaian realisasi investasi Semester I tahun 2022 dengan nilai Rp54, 277 miliar. Bahkan, capaian realisasi investasi selang bulan Januari sampai Juni 2023 nyaris menyentuh target yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, yakni Rp 70 Miliar.

Naiknya realisasi investasi di daerah ini tidak lepas dari peran dan upaya Pemkab Minahasa dibawah kepemimpinan Bupati Royke Oktavian Roring (ROR) dan Wabup Robby Dondokambey menjaga dan menciptakan iklim investasi yang kondusif, kemudahan bisnis bagi investor termasuk upaya jemput bola oleh dinas terkait.

Kepala Dinas MPTSP, Minahasa, Mekry Sondey SE, mengatakan, data realisasi tersebut, dilaporkan oleh pelaku usaha melalui Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA).

“Data ini didapat melalui aplikasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) oleh pelaku usaha khusus kategori menengah dan tinggi. Sedangkan untuk usaha mikro tidak wajib melaporkan kegiatan usahanya,” ujar Mekry, Rabu (02/08).

Rincian realiasi investasi semester I Tahun 2023 bersumber dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) untuk skala Usaha Mikro Kecil (UMK) dengan realisasi Rp 1.364.380.000. Serta Rp53, 455 Miliar PMDN Non UMK dan Rp 821.401.062 juta merupakan Penanaman Modal Asing (PMA)
dengan skala usaha Non UMK.

Kabupaten Minahasa nampaknya menjadi daya tarik bagi investor sektor properti. Hal ini dapat dilihat dari realisasi investasi semester 1, dimana sektor perumahan alias real estate menjadi penyumbang investasi terbesar.

“Paling menonjol sektor properti, kemudian jasa. Ada beberapa pengembangan perumahan baru. Kalau dari perhotelan agak melambat. Realisasi investasi sebetulnya bisa bertambah karna banyak juga usaha menengah yang belum melapor, ” ungkap Mekry.

Ia berharap adanya kerjasama dari para mitra pelaku usaha, agar aktif melaporkan semua kegiatan usahanya lewat aplikasi LKPM.

“Kami optimis semester 2 nanti, target yang diberikan oleh Pemprov akan tercapai bahkan lebih.Jika ada kendala saat melapor di aplikasi LKPM, segera memberitahukan ke DMPTSP Minahasa, agar supaya bisa langsung ditindaklanjuti, ” saran Mekry.(bly)

Komentar