ODSK-Yuime Bangun Kerjasama Rekrut Tenaga Kerja Sulut ke Jepang

Sulut, KOMENTAR– Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw (ODSK) bersama Yuime, sepakat bangun kerja sama untuk merekrut tenaga kerja Sulut ke Jepang.

Hal itu terungkap setelah Wakil Gubernur (Wagub) Steven Kandouw didampingi Sekdaprov Steve Kepel, menerima audiensi Mitra Jepang Yuime dan TV NHK Japan serta Pengurus DPP IJBNet di Kantor Gubernur Sulut, Kamis (10/08).
Turut hadir Asisten 3 Setdaprov Fransiskus Manumpil, Kadis Kominfo Steven Liow, Kadis Dikda Femmy Suluh dan Kaban Keuangan Clay Dondokambey serta Kabid Kominfo Christian Iroth.

Pertemuan yang berlangsung kurang lebih 30 menit membahas kerja sama tenaga kerja di bidang pertanian antara Yuime dan Pemprov Sulut.

Co-Founder Vice President Yuime, Yo Maeda mengaku, sudah beberapa kali datang ke Indonesia, baru kali ini disambut luar biasa oleh Pemprov Sulut yaitu Wagub dan Sekdaprov Sulut.

“Kami perusahaan Yuime telah mempekerjakan 550 orang pekerja dari luar di Jepang. Terbanyak dari Indonesia ada 350 orang,” sebut dia.

Menurut Maeda, 550 tenaga kerja dari luar ini sangat sedikit, karena ini pihaknya akan menambah ribuan pekerja lagi dari luar Jepang.

“Kami mencari mitra kerja yang sangat mendukung. Pak Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw sangat mendukung. Kami berharap secepatnya terjadi,” katanya.

Terlebih saat ini, lanjut dia, telah ada penerbangan langsung dari Manado ke Tokyo. Dengan penerbangan tersebut sangat memudahkan dalam hal pengiriman tenaga kerja.

“Kami berharap kerja sama ini jangka panjang. Mereka pulang bisa membawa pengalaman dan produk ke Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan, dulu pihaknya hanya merekrut tenaga kerja dari Vietnam dan Kamboja, setelah itu Indonesia.

“Setelah tahu tenaga kerja Indonesia rajin dan penurut sehingga kami sudah merekrut semua tenaga kerja dari Indonesia,” ungkapnya.

Wagub Steven Kandouw memberikan apresiasi atas kedatangan tamu tersebut. Menurut dia, ini suatu kehormatan.

“Jadi ini kabar gembira bagi Gubernur Sulut, Wakil Gubernur dan rakyat Provinsi Sulut. Indonesia ada 270 juta jiwa penduduknya dan di Sulut hanya 2,7 juta jiwa penduduknya,” sebut Kandouw.

Walaupun penduduknya sedikit, kata Kandouw, tapi Sulut menjadi provinsi paling harmoni, aman dan damai di Indonesia.

“Makanya gubernur membantu dan memfasilitasi anak-anak muda siap menjadi pekerja di Jepang. Karena pasti tidak akan mengecewakan. Jadi tidak usaha cari dari tempat yang lain Indonesia cari di Sulut saja,” tuturnya.

Ia menjelaskan, keseriusan gubernur untuk mengirim pekerja ke Jepang dengan memberikan kursus bahasa Jepang gratis. Bahkan gubernur memasukan mereka ke asrama secara gratis, supaya bisa dilatih sebelum dikirim ke Jepang.

“Kita ada sekolah lulusan pertanian, ini akan dipersiapkan Pak Gubernur dikirim ke Jepang. Dengan kapasitas 150 siswa. Kalau tahun depan kita akan tambah dua sekolah sehingga menjadi tiga sekolah dengan kapasitasnya 500 orang. Jadi Yuime tidak perlu takut, karena nantinya melimpah pekerja dikirim ke Jepang,” ujarnya.

Kandouw menargetkan setiap tahun Pemprov Sulut akan mengirim seribu tenaga kerja ke Jepang untuk sektor pertanian, perikanan, perhotelan dan kesehatan.

“Kami memilih Jepang untuk mengirim tenaga kerja, karena setelah kami teliti tenaga kerja di Jepang paling sedikit mendapatkan kesulitan dan masalah. Jaminan untuk perlindungan tenaga kerja di Jepang paling baik, makanya Pak Gubernur prioritas tenaga kerja Jepang. Karena gajinya bagus jaminan tenaga kerja baik,” ungkapnya.

Ia memberikan informasi Provinsi Sulut sudah membuka penerbangan langsung Manado-Narita Jepang.

“Ini membuat cost penerbangan ke Jepang dari seluruh Indonesia paling murah dari Manado, paling dekat dari Manado,” pungkasnya.(ist/*)

Komentar