Cegah ASF, PERON Perbanyak Anti Virus Bagi Peternak Babi

Minsel, KOMENTAR – Virus African swine fever (ASF) atau flu babi Afrika kini sudah mulai terdeteksi di Sulawesi Utara, khususnya Kabupaten Minsel – Mitra sejak April 2023 lalu akhirnya ditemukan penangkalnya. Hal ini dibenarkan Pricylia E. Rondo, SS. M.Pd (PERON), Selasa (15/08).

Diketahui dalam diskusi Pricylia E. Rondo, SS. M.Pd (PERON) bersama Prof. Surisyono yang merupakan seorang peneliti dan ahli lingkungan dari SG Fortune Greentech Support menemukan bahan Antivirus ASF (African Swine Virus) pada terbak babi.

“Anti Virus ASF akan diperbanyak Komunitas Kolom Mapalus SULUT yang untuk penanganan Virus ASF khususnya bagi peternak – peternak binaan Komunitas Kolom Mapalus SULUT (KKM),” kata Peron.

Peron menjelaskan, apa yang dilakukan ini dalam rangka untuk meminimalisir risiko penularan flu babi. Sekaligus upaya pencegahan penyebarannya di level peternakan. Terkait sosialisasi, pihaknya terus memberikan pemahaman terkait penyakit ASF ini. Salah satunya adalah mengingatkan masyarakat bahwa penyakit flu babi ini memiliki tingkat kematian 100%.

Kendati demikian, kata dia, penyakit flu babi ini tidak bersifat zoonosis alias tidak menular ke manusia. Namun pihaknya tetap memberikan informasi dan edukasi terhadap kewaspadaan penyakit flu babi serta melakukan pengawasan lalu lintas ternak babi, baik yang masuk maupun yang keluar daerah antarkabupaten/kota dan antarprovinsi. ā€œIni adalah upaya-upaya penanganan dan pengendalian yang kami lakukan, sekaligus langkah-langkah pencegahan agar kasus virus African swine fever (ASF) atau flu babi Afrika ini tidak semakin melebar,ā€ pungkasnya.(rom)

Komentar