Pj Bupati Maybrat Bernhard Rondonuwu Tutup Kegiatan Program RMP Berbasis IT

Maybrat, KOMENTAR- Pj Bupati Maybrat Dr Bernhard Rondonuwu SSos MSi menutup kegiatan program Revolusi Metodologi Pembelajaran (RMP) berbasis Informasi Teknologi (IT) selama dua hari, di Kantor Dinas Pendidikan, Rabu (16/08).

Dalam arahannya, Pj Bupati mengatakan pak Kadis Pendidikan yang mengeksekusi ide pemikiran ini. Makanya, beliau harus kita beri apresiasi walaupun hanya yang terwakili dari SD dan SMP, tetapi bapak dan ibu harus bangga. “Saya juga bangga,” kata dia.

Lanjut dikatakan Pj Bupati, kalau kita meihat sejarah revolusi industri itu dari Eropa, kemudian menjalar sampai kita rasakan revolusi industri saat ini. Dari dulu kalau kita lihat orang kemana-mana berjalan kaki kemudian era sekarang kita naik mobil-mobil sampai sekarang. Ini adalah contoh dari revolusi merubah secara cepat.

“Program revolusi berubah secara cepat metodologi pembelajaran. Karena yang namanya IT ini, adalah memudahkan kita dalam melakukan pembelajaran maupun pekerjaan,” kata Pj Bupati.

Lanjutnya, tugas pemerintah kabupaten, kita membuat metodologi pembelajaran secara cepat. Di era sekarang, anak-anak itu serba virtual atau lebih mengenal teknologi.

Dengan generasi sekarang bisa dibilang generasi strawberry menyesuaikan dengan gadget. Menyesuaikan dengan teknologi. “Jadi bapak Ibu sekalian, kalau kita tidak menyesuaikan dengan perkembangan sekarang, akhirnya apa yang kita belajarkan kepada anak-anak secara tradisional itu terus yang sifatnya rutin tidak ada perubahan,” kata dia mengingatkan.

Kata Pj Bupti, karena anak lebih dulu tahu dari gadget, apa yang mereka alami sekarang bagaimana supaya kita tetap menjadi pembimbing memberikan transformasi kepada anak-anak kita. Ya, salah satunya melalui metodelogi ini.

Dengan percepatan yang namanya revolusi metodologi pembelajaran ini, supaya apa mengangkat mereka lebih cepat sama setara dengan daerah-daerah dan jangan lagi anak-anak kita yang bersekolah jauh jauh.

Sedangkan guru-guru yang paham pendidikan itu, memahami ada perbandingan sekolah contoh 9 guru 11 murid satu guru sekian murid 6 kelas 1 guru merangkap kepala sekolah. Bagaimana caranya, supaya mereka langsung sama dengan sekolah-sekolah yang sudah standar gurunya melebih kapasitas.

Dikatakan Pj Bupati, progarm Ini mempercepat proses kita. “Makanya, bapak dan ibu sekalian, saya berkeinginan semua sekolah di Maybrat bisa menggunakan metode ini untuk memberikan edukasi pembelajaran bagi anak- anak kita, agar supaya anak anak kita mampu bersaing dengan daerah lain,” imbuhnya.

“Saya yakin, anak-anak sekolah coba kita buat penelitian sudah dilakukan di 15 sekolah, bahwa anak-anak itu dia bisa tahan terhadap pembelajaran yang diberikan oleh guru 4 sampai 5 jam. Coba bayangkan setelah kita menggunakan metode gasing tadi langsung disampaikan testimoni gampang asik menyenangkan anak-anak kan suka yang begini-begini bagus,” kata Pj Bupati optimis.

“Pak kadis pendidikan, saya sudah tahu sekolah mana yang kepala sekolahnya bagus, pemimpin yang bagus pasti mempengaruhi anggotanya. Kalau kepala sekolahnya bagus, disiplin bagus pasti anak buahnya bagus,” tambahnya.

Karena itu, Pj Bupati menginginkan agar supaya dengan metologi ini guru-guru juga sama. “Jadi, saya lebih cenderung seperti itu kita lengkapi sepenuhnya sekolah-sekolah yang memang bagus. Kalau perlu, kitakan 66 SD ini berlomba-lomba. Siapa yang menggunakan metode ini berhasil itu dulu yang akan dipenuhi, dan itu juga berlaku sama dengan SMP,” kata Pj Bupati Bernhard Rondonuwu.(ist/*)

 

 

Komentar