JS Pakai PDUB Baru; Pertama dan Terakhir Sebagai Bupati

Ratahan, KOMENTAR

Ada hal menarik pada upacara penurunan bendera 17 Agustus di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Hal menarik itu adalah penampilan dari Bupati James Sumendap SH MH yang mengenakan pakaian resmi kepala daerah atau Pakaian Dinas Upacara Bendera (PDUB), di mana pakaian ini adalah pakaian baru yang untuk pertama kali dipakai. 

“Salah satu kesan saya pada 17 Agustus 2023 ini adalah saya mengenakan pakaian baru,” katanya berseloroh. JS menyampaikan, pakaian ini sebenarnya sudah ada sejak 2019 silam, tidak lama sesudah ia terpilih sebagai Bupati Mitra periode kedua. 

“Tetapi kemudian ada edaran bahwa dalam acara-acara resmi tertentu, diwajibkan memakai pakaian adat, termasuk pada 17 Agustus. Jadi Pakaian itu belum pernah saya gunakan,” katanya. Menurut JS, ia akhirnya bisa maklum ketika memkai pakaian baru tersebut tepat di momentum ia terakhir menjadi Inspektur Upacara 17 Agustus sebagai Bupati. 

“Selama 10 tahun, biasanya Wakil Bupati yang jadi Irup saat penurunan bendera. Tetapi khusus tahun ini, saya ijin ke pak Wakil Bupati supaya saya yang menjadi Irup di penurunan Bendera. Sekaligus mengenakan pakaian saya yang sudah dijahit sejak 2019 namun belum pernah dipakai. Jadi ini pakaian baru yang saya kenakan pertama dan terakhir sebagai Bupati,” katanya. 

Hal berkesan lainnya, kata JS, adalah kebanggaannya berupcara di Lapangan Ompi Ratahan, yang saat pertama kali ia datang 10 tahun lalu kondisinya belum begitu representatif. “Tetapi semua bisa melihat sekarang, sudah tribun, kita perbaiki fasilitasnya, dan seterusnya. Dan ini juga kita buat di semua kecamatan supaya menjadi lebih representatif semua,” ungkapnya. 

Meski segera mengakhiri pengabdiannya sebagai Bupati, namun JS mengaku ia sama sekali tidak akan pernah meninggalkan Kabupaten Mitra. “Saya sudah hidup di sini, anak-anak juga tumbuh dan sekarang dewasa di sini, maka saya tidak akan meninggalkan Kabupaten Mitra,” ujarnya. 

Selain akan mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI, kata JS, ke depan ia akan kembali ke ‘habitatnya’ sebagai lawyer, aktivis, dan pengusaha, yakni profesi yang ia geluti sebelum terjun ke politik. Ia juga akan mendirikan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang antara lain fungsinya adalah mengawasi jalannya pemerintahan dan pengelolaan keuangan di pemerintahan. 

“Tujuannya adalah untuk memastikan supaya pemerintahan dan pengelolaan keuangan berjalan sesuai aturan,”  katanya. Selain itu, kata JS, dengan basis lawyer yang ia punya, ia juga akan menjalankan fungsi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) khususnya untuk kasus-kasus di bidang lingkungan. 

“Intinya, sambil sosialisasi pencalonan sebagai anggota DPR RI, saya akan kembali menjalankan aktivitas saya sebelum terjun ke politik, yakn pengusaha, lawyer, dan aktivis,” pungkasnya.(ftj)

Komentar