JS: Tidak Ada Penyesalan, Yang Ada Kebanggaan

Ratahan, KOMENTAR

Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap SH MH menjadi Inspektur Upacara (Irup) peringatan HUT ke 78 Proklamasi Kemerdekaan RI. Momentum Irup 17 Agustus ini menjadi yang terakhir bagi JS yang akan mengakhiri dua periode kepemimpinannya sebagai Bupati di Kabupaten Mitra. 

“Ini yang kesepuluh kali saya menjadi Irup HUT Proklamasi yang artinya menjadi yang terakhir. Tidak ada penyesalan, karena yang tersisa adalah kebanggaan,” katanya, mantap. 

Di hadapan ribuan peserta upacara, Sumendap menyampaikan kebanggaan itu adalah karena ia bisa mendapatkan kepercayaan yang luar biasa dari Tuhan lewat rakyat Kabupaten Mitra untuk boleh jadi pemimpin, meskipun ia bukan datang dari kalangan yang luar biasa. 

“Artinya bahwa semua orang memiliki hak dan kedudukan yang sama untuk menjadi pemimpin. Bukan hanya mereka yang berduit, kaum kapitalis, yang ingin meraih kursi kepemimpinan lewat kekayaan, termasuk mereka yang hanya memakai isu primordialisme sebagai jualan,” tukasnya disambut gegap tepukan tangan peserta upacara. 

Sumendap mengutarakan, kebanggaan yang juga ia rasakan adalah ketika membangun sistem pemerintahan dan pengelolaan keuangan yang terbebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. 

“Sistem yang kita bangun adalah sistem yang mau meletakkan tata kelola pemerintahan dan keuangan pada jalur yang benar. Maka siapapun yang terlibat dalam tata kelola ini tidak akan dengan mudah melakukan penyimpangan,” ungkapnya. 

Ke depan, Sumendap berharap, pondasi yang sudah ia bangun dalam sistem pemerintahan dan keuangan dapat diteruskan oleh Penjabat Bupati dan bahkan Bupati definitif. 

“Yang dibutuhkan adalah komitmen dan kemampuan serta integritas. Saya berharap pemimpin Mitra ke depan lebih tegas dari saya, bukan hanya bermodalkan ketenaran tanpa kemampuan yang dapat diandalkan. Mitra adalah daerah yang luar biasa sehingga harus dipimpin oleh orang yang memiliki kemampuan luar biasa pula,” tukasnya. 

Pada kesempatan itu, Sumendap juga sekaligus mengakui bahwa tanpa dukungan dari semua kalangan maka ia tidak bisa berbuat banyak. “Ada teman-teman di pemerintahan yang luar biasa di dalamnya para ASN dan THL, kemudian aparat pemerintahan sampai di tingkat Hukumtua dan kepala jaga, ada teman-teman DPRD  ada teman-teman aparat TNI dan Polri, kejaksaan, dan lembaga lainnya. Serta tentu saja dukungan dari seluruh rakyat Kabupaten Mitra,” pungkasnya. 

Hadir dalam upacara ini unsur Forkopimda, Wakil Bupati bersama Wakil Ketua TP PKK, Sekda dan Ketua DWP, legislator, para pejabat pemerintah, unsur TNI dan Polri, Badan Permusyawaratan Desa, ASN dan THL, serta para siswa.(ftj)

Komentar