Bangunan dan Lahan di Pesisir Danau Tondano Dalam Status Quo

Danau Tondano.

Tondano, KOMENTAR- Pemerintah Pusat melalui Kementerian ATR/BPN dan Kementerian PUPR menetapkan lahan dan hunian bangunan di sepanjang garis sempadan danau Tondano dalam stus quo. Artinya, tidak ada aktifitas lain termasuk transaksi jual beli lahan dan bangunan di dalam zona garis sempadan danau.

“Hunian yang sudah terlanjur ada di dalam garis sempadan danau dalam statusya quo. Tidak ada lagi penambahan aktifitas aktivitas. Tidak bole ada tambahan bangunan yang lebih permanen. Yang pasti juga tidak diperkenankan jual beli tanah dan bagunannya, ” ujar Menteri ATR/BPN melalui Staf Khusus Menteri ATR/BPN Bidang Hukum dan Perundang-Undangan Sartin Hia saat kegiatan Penetapan garis sempadan di Danau Tondano di Kelurahan Tonsaru, Kecamatan Tondano Selatan, Rabu (13/9/2023).

Diketahui, pemasangan patok batas sempadan Danau Tondano sebagai tindak lanjut Kepmen PUPR No. 1081/KPTS/M/2023 tanggal 28 Agustus 2023, tentang Penetapan Garis Sempanan Danau Tondano Pada Wilayah Sungai Tondano-Sangihe-Talaud-Miangas. Hal tersebut juga mengacu Permen PUPR NO. 28/PRT/M/2015 Tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai dan Garis Sempadan Danau.

Adapun batas sepadan danau sesuai Permen PUPR tahun 2015 yaitu 50 meter dari tepi muka air tertinggi danau Tondano.

Terdapat ribuan bangunan dan lahan di pesisir danau Tondano masuk zona garis sepadan danau. Luas danau Tondano saat ini 4.719 hektar. Sedangkan luas sepadan danau ditetapkan 234,28 hektar.

Sartin Hia menegaskan, bahwa sesuai kesepakatan bersama antara Kementerian PUPR, ATR/BPN, Pemerintah Daerah, Kabupaten serta stakeholder terkait, bahwa bangunan atau tanah yang terdapat pada badan air atau Danau Tondano dan dirikan atau diperoleh melalui izin atau bukti kepemilikan berdasarkan prosedur yang benar dinyatakan sebagai status quo.

“Kita telah sepakat bahwa hunian yang telah terlanjur lebih dulu ada di situ, maka ini kita status quo dulu, ” ujar Hia.

Pihaknya mengharapkan tidak ada penambahan demi penyelamatan danau sebagai sumber kehidupan.

“Jadi kami juga berharap kepada Bupati selaku Kepala Pemerintahan untuk tidak ada lagi tambahan, maka nanti teman-teman dari Kementerian ATR/BPN akan mengidentifikasi dan menginventarisasi seluruh hunian yang sudah keterlanjuran ada di kawasan sempadan, seperti apa treatment-nya atau perlakuannya. Yang pasti, tidak diperbolehkan untuk jual beli, tidak diperkenankan untuk dipindahtangankan. Karena kita menjaga sedapat mungkin bapak/ibu yang sudah berada di sempadan, menyesuaikan dengan tata lingkungan danau,” ujar dia.

Kepala BWS Sulawesi I, I Komang Sudana pun menyampaikan bahwa setelah ditetapkan Garis Sempadan Danau Tondano oleh Menteri PUPR dan selanjutnya dilaksanakan pencanangan patok, maka segala kegiatan yang dilaksanakan di area sempadan harus mendapatkan izin rekomtek dari Kementerian PUPR.

“Kalaupun untuk pemanfaatan baik pariwisata dan lainnya harus dilakukan permohonan melalui Balai Sungai yang namanya Rekomtek. Tujuannya agar dapat dievaluasi dan diatur segala kegiatan yang berada di sekitar danau, sehingga tidak mengakibatkan okupasi dan pemanfaatan lahan yang tidak benar yang menimbulkan pencemaran. Sehingga area sempadan harus diatur untuk penyelamatan danau dan melestarikan sumber air supaya terjaga dengan baik,” terang I Komang Sudana.

Dirjen SDA Bob Lombogia dalam kegiatan tersebut menyebutkan bahwa Danau Tondano merupakan sumber daya alam yang sangat penting di Provinsi Sulut karena telah memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat, seperti Air Baku, Perikanan Tangkap, Pariwisata, Sumber Pembangkit Listrik (PLTA Tonsea Lama, PLTA Tanggari I, PLTA Tanggari II), dan Bendungan Kuwil Kawangkoan dengan fungsi turunan yakni air baku 4,5 m3/det dan PLTMH 1,2 MW.

“Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian ATR/BPN yang mendukung didalami pengaturan Tata Ruang di Kawasan Danau, Kepada KPK yang selalu berkomitmen didalam penyelamatan kekayaan negara, Kepada Pemerintah Daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota yang selalu mendukung dalam pelestarian danau dan keberlanjutan untuk anak cucu kita, aserta semua pihak yang berkontribusi dalam proses penetapan sempadan danau Tondano, sehingga hari ini bersama-sama kita akan melakukan pemasangan patok batas sempadan danau Tondano,” papar Dirjen SDA.(bly)

Komentar