Pangan Murah Bukan Untuk Dijual-Belikan

Ratahan, KOMENTAR

Penjabat Bupati Minahasa Tenggara (Mitra), Ir Ronald Sorongan MSi, menegaskan bahwa bantuan pangan murah dari pemerintah bukanlah komoditi pasar yang dapat diperjual-belikan. “Pakai untuk memenuhi kebutuhan, bukan dibeli untuk dijual lagi,” katanya.

Penegasan Sorongan ini disampaikannya pada kesempatan launching Gerakan Pangan Murah Kabupaten Mitra, belum lama ini. Dalam kesempatan tersebut, Sorongan didampingi Asisten II Sekdakab Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Arnold Mokosolang SPd MM, Direktur Utama PUD Pasar, Edwin Udi SE, dan para Camat.

Menurut Sorongan, gerakan pangan murah ini adalah program pemerintah yang merupakan bentuk kepedulian dan perhatian bagi masyarakat dalam rangka memenuhi kebutuhannya terkait dengan bahan kebutuhan pokok. “Kegiatan ini untuk kepentingan masyarakat dalam rangka memenuhi kebutuhan yang ada. Makanya jangan kemudian diborong untuk dijual lagi,” tuturnya.

Adapun Gerakan pangan murah ini diarahkan untuk 12 kecamatan yang ada se Kabupaten Mitra dalam bentuk menjual beras dan minyak kelapa. “Dua bahan ini yang masuk dalam kebutuhan pokok di masyarakat, maka dari itu pemerintah memang memberikan perhatian penuh,” tukasnya.

Terkait dengan hal tersebut, Sorongan kemudian menginstruksikan kepada instansi teknis terkait dan para Camat untuk melakukan pantauan secara ketat agar penjualan pangan murah ini benar-benar terjual kepada masyarakat yang membutuhkan. “Kawal dan pastikan bahwa pangan murah tersalur untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.

Gerakan pangan murah ini sendiri sekaligus diluncurkan sebagai bagian Pengendalian Inflasi Daerah di Kabupaten Mitra bertempat di Pasar Ratahan. Oleh karena itu, usai kegiatan launching, Sorongan bersama sejumlah pejabat melakukan peninjauan dalam rangka monitoring harga bahan sembako dan juga cabai, tomat, ikan laut, daging dan lain-lain sekaligus berdialog dengan pedagang Pasar Ratahan.(ftj)

Komentar