Chriestine Rattu : Saling Menghargai Perbedaan Adalah Sikap Toleransi Yang Akan Mempersatukan Kita Semua

Manado, KOMENTAR – Kepala Seksi (Kasie) Bimas Kristen Kementerian Agama Kota Manado Gbl. Chriestine P Rattu, SPAK. Rabu (27/03/2024) mengatakan, bahwa perayaan Paskah Yesus Kristus dimulai dengan penghayatan Minggu Sengsara dan Jumat Agung.

“Di tahun 2024 ini umat Kristen secara khusus di Kota Manado merasakan ada warna baru, dimana memasuki minggu sengsara ini umat Kristiani dan umat beragama Hindu merayakan Hari Raya Nyepi, serta juga umat beragama Islam melaksanakan ibadah puasa,”ujar Rattu.

Kata Rattu, Minggu Sengsara dan Jumat Agung dan Hari Raya Nyepi serta umat beragama Islam yang sedang melaksanaan ibadah puasa sangat terasa di kantor Kementerian Agama Kota Manado, bagaimana toleransi dalam keberagaman ini bisa terwujud dengan begitu baik.

“Kami dari Seksi Bimas Kristen mengacu pada tema paskah yang di keluarkan oleh PGI di tahun 2024 ini, yaitu hidup sebagai alat kebenaranya dan menghimbau kiranya semua umat Kristiani yang ada di Kota tetap menjadi alat Tuhan yang saling hidup berdampingan dengan agama yang lain,”ungkapnya.

Disampaikannya juga, hidup berdampingan dengan agama yang lain adalah sikap toleransi yang sangat baik di antara kita semua antar umat beragama di Kota Manado.

“Saling menghargai perbedaan akan mempersatukan dan akan membawa keindahan yang baik serta kehidupan yang majemuk bagi kita semua antara umat beragama yang berbeda baik suku, budaya, agama dan ras,”katanya.

Dijelaskannya lagi, bahwa Jumat Agung dan Paskah Yesus Kristus kiranya menjadikan kita sebagai Umat Kristiani yang semakin menyadari apa arti kematian Tuhan Yesus Kristus yakni memberikan kehidupan yang dijamin oleh keselamatan kekal bersama Tuhan.

“Paskah Yesus Kristus diperingati dan dirayakan ini sebuah hal yang mahal nilainya, harganya tidak bisa dibeli dengan apapun yang menjadi harta kekayaan kita jabatan pun tidak tetapi ini semua karena anugerah Tuhan,”tukas Rattu.

Ditambahkannya lagi, kami dari Seksi Bimas Kristen punya penyulu yang tersebar di seluruh Kota Manado, yakni penyulu Garda Terdepan,”pungkasnya

Kami dari Kementerian Agama Kota Manado berharap, kiranya penyulu juga akan menjadi ujung tombak memelihara dan merawat kebersamaan toleransi antara kita sesama, sehingga Kota Manado tetap dikenal sebagai Kota yang plularis tetapi juga memiliki suasana kehidupan yang penuh persaudaraan yang tidak mudah di cerai-beraikan.

“Ini adalah makna dan himbauwan dari kami Seksi Bimas Kristen, ketika kita merayakan Jumat Agung dan merayakan Paskah Yesus Kristua di tahun 2024 ini.

“Harapannya, mari kita hidup berdampingan satu dengan yang lain, apalagi saudara – saudara kita yang beragama Islam sementara menjalankan ibadah puasa, kiranya kita juga akan menjadi sahabat, teman, menjadi saudara kita dalam menunaikan ibadah puasa ini meraih kemenangan di bulan yang penuh berkah ini,”tandas Rattu.(luc)

Komentar