oleh

Kartika Devi Tanos Dilantik Ketua YJI Sulut periode 2021-2026

Manado, Komentar – Pengurus Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Utama Sulawesi Utara (Sulut) masa bakti 2021-2026 resmi dilantik. Pelantikan tersebut dilakukan Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia Pusat Esti Nurjadin, di Ruang CJ Rantung Kantor Gubernur Sulut, Kamis (22/09).

Kegiatan turut dihadiri Wakil Gubernur (Wagub) Sulut, Steven Kandouw.
Sebelum dilantik dibacakan Surat Keputusan (SK) YJI Pusat, oleh Ketua Hubungan Pusat dan Daerah YJI Indrayanto. Selanjutnya dilaksanakan penyerahan pataka dan penyematan pin oleh Ketua Umum YJI Pusat kepada Ketua YJI Cabang Sulut, dr Kartika Devi Tanos MARS.
Ketua YJI Cabang Sulut, dr Kartika Devi Tanos dalam sambutannya mengatakakan, siap mengkampanyekan program kesehatan jantung dan pembuluh darah kepada masyarakat melalui panca usaha jantung.
“Kami akan mengkampayekan program kesehatan jantung dan pembulu darah untuk menekan angka kasus penyakit jantung, di daerah ini,” kata Devi.

Ia percaya dengan adanya koordinasi dan kerjasama yang baik dari berbagai pihak, maka dapat menggerakan peningkatan kinerja kesehatan untuk menekan angka penyakit jantung di Sulut sesuai dengan visi dan misi YJI pusat.

“Sinergitas dengan pemerintah akan selalu berjalan. YJI adalah mitra pemerintah dalam mengembangkan program pembangunan dan kesejahteraan kesehatan,” tutur dr Kartika Devi Tanos, juga Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah (DP3AD) Provinsi Sulut.

Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia Pusat, Esti Nurjadin mengharapkan kepengurusan YJI cabang Sulut dapat menerapkan strategi yang sama untuk mengkampanyekan kesehatan jantung dan pembuluh darah kepada seluruh masyarakat melalui panca usaha jantung sehat agar angka penyakit jantung dan pembuluh darah dapat ditekan.

“Sama dengan YJI Pusat, YJI Cabang Sulut harus beradaptasi dengan perkembangan zaman, harus bisa memberdayakan teknologi. Dengan memberdayakan teknologi kita dapat bekerja lebih efisien dan cepat, dengan cakupan target sasaran yang lebih luas,” kata Esti.

Ia menambahkan, agar kepengurusan YJI Sulut dapat lebih kreatif, inovatif dalam mendesain program promotif dan preventif dalam pencegahan penyakit Jantung. Namun konten komunikasi harus dapat beradaptasi agar dapat diterima kalangan masyakat umum.

“Kita harus mempopulerkan panca usaha jantung sehat kepada masyarakat, agar kita memiliki masyarakat yang sehat dan dapat bersaing didunia global. Kita harapkan mereka dapat menerapkan pola hidup sehat,” tuturnya.

Sementara itu, Wagub Sulut Steven Kandouw dalam arahannya menyampaikan bahwa, 2,6 juta penduduk Sulawesi Utara (Sulut) penyakit jantung masuk 3 besar. Diabetes masuk peringkat pertama. Harus ada kerja keras seperti ini.

“Saya kaget, beban 1 Indonesia 9 triliun. Jangan-jangan beban Sulut 5 riliun. Kalau bisa di cek Hemodialisa di RSUD ODSK, dan pak gubernur juga minta agar Hemodialisa cepat-cepat dijalankan. Ini penanganan di tingkat hilir dan berimplikasi dengan biaya besar dan berimplikasi sosial,” bebernya.
Lanjutnya, ayah, bapak, suami masih usia produktif sudah sakit, akhirnya menjadi beban negara dan keluarga. Sehingga ini harus dipikirkan dan diperangi.

“Saya mengapresiasi YJI dengan tujuan yang luhur, untuk gaya hidup yang sehat. Orang bilang ada pemerintah, saya bilang tidak cukup. Banyak urusan yang diurus pemerintah. Nah kemudian ada stakeholder seperti ini, yang memang harus ada. Ini adalah kerja kemanusiaan. Ini menjadi cambuk dan endorsmen bagi kita semua. Percayalah, langkah kita mungkin hanya hari ini, namun passion kita disitu, kita dapat mengurangi beban negara dan penyakit jantung. Untuk YJI Pusat ayo datang-datang lagi ke Manado. Sesuai roadmap pak gubernur, Sulut menjadi pusat kesehatan di Indonesia. Tahun lalu, sudah ada 6 RS yang diresmikan. Untuk penanganan penyakit jantung, di kawasan Indonesia timur itu hanya ada di Sulut. Kalau dulu kan harus dibawa ke Makasar, tetap sekarang sudah ada di Manado,” tuturnya.

Diketahui, setelah pengurus YJI Cabang Sulut resmi dilantik, YJI Kota Manado juga dilantik oleh Ketua YJI Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos. Adapun Ketua YJI Kota Manado dijabat oleh dr Merry Sualang-Mawardy untuk periode 2022-2027.(ist/mly)

Komentar